Kemendag: Penguatan dolar AS tekan HPE tembaga dan emas

Kemendag: Penguatan Dolar AS Picu Penurunan Harga Referensi Ekspor Tembaga dan Emas

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa penurunan harga referensi ekspor (HPE) untuk komoditas konsentrat tembaga serta emas pada April 2026 terjadi karena penguatan dolar AS. Dalam pernyataan resmi di Jakarta, Rabu, harga HPE konsentrat tembaga turun menjadi 6.174,75 dolar AS per Wet Metric Ton (WMT) pada periode kedua April 2026. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 4,97 persen dibandingkan periode pertama yang mencapai 6.497,50 dolar AS per WMT.

Di sisi lain, harga HPE emas berubah dari 157.267,62 dolar AS per kilogram menjadi 147.550,12 dolar AS per kilogram. Selain itu, harga referensi (HR) emas turun ke 4.589,33 dolar AS per troy ounce (t oz), sebelumnya mencatatkan 4.891,57 dolar AS per t oz. Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, penurunan nilai logam mulia terutama dipengaruhi kenaikan dolar AS serta imbal hasil yang tinggi.

“Penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil global membuat logam mulia kehilangan daya tarik sebagai aset tanpa imbal hasil,” ujar Tommy Andana.

Kemendag menyebutkan bahwa penurunan HPE tembaga juga terjadi karena peningkatan persediaan (inventory) komoditas tersebut dan penurunan permintaan dari Tiongkok. Selama periode pengumpulan data, harga tembaga (Cu) mengalami penurunan 2,93 persen, sedangkan emas dan perak masing-masing turun 6,18 persen dan 9,65 persen. Tommy menambahkan bahwa perak juga terkena tekanan karena fluktuasi harga yang lebih besar dan koreksi setelah kenaikan sebelumnya, ditambah permintaan industri yang masih lemah.

HPE dan HR ditentukan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Data yang digunakan berasal dari London Metal Exchange (LME) untuk tembaga, serta London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak. Proses penetapan dilakukan secara koordinatif melibatkan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *