MUI tekankan penguatan pendidikan moral tanggapi kasus pelecehan di UI
MUI Tekankan Penguatan Pendidikan Moral Tanggapi Kasus Pelecehan di UI
Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan kepedulian terhadap laporan dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan puluhan mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, menyoroti pentingnya memperkuat pendidikan moral, selain fokus pada aspek intelektual yang sering diutamakan di lingkungan akademik.
“Saya sedih, generasi muda kita yang menjadi calon pemimpin masa depan, berada di kampus terbaik yang seharusnya melahirkan tokoh-tokoh berintegritas, justru terlibat dalam kasus seperti ini,” ujar Kiai Cholil di Jakarta, Kamis.
Dalam wawancara, ia menjelaskan bahwa pendidikan tidak lagi memadai untuk menciptakan individu yang hanya mumpuni secara akademik. Karakter dan integritas peserta didik juga harus dibangun melalui nilai-nilai yang tepat. “Kepandaian saja atau intelektualitas tidak cukup, kita perlu melibatkan kecerdasan emosional dan spiritual,” tambahnya.
Kiai Cholil menekankan perlunya pendidikan berbasis nilai, termasuk Pancasila dan keagamaan, agar muncul generasi yang cerdas serta memiliki akhlak baik. Ia berharap lembaga keagamaan, seperti masjid, dapat menjadi pusat pembinaan moral dan spiritual bagi mahasiswa. “Agar perkembangan intelektual tidak terlepas dari pengasuhan emosional dan kekuatan religi,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, dia juga mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan bagi semua pemeluk agama, agar kampus tetap menjadi tempat yang mendorong pertumbuhan holistik. Pendidikan moral, menurutnya, menjadi jembatan antara peningkatan akademik dan pembentukan kepribadian yang sehat.