New Policy: BMKG minta Kaltim siapkan mitigasi hadapi kemarau Juni-Agustus
BMKG minta Kaltim siapkan mitigasi hadapi kemarau Juni-Agustus
Samarinda menjadi pusat perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tentang peluang datangnya musim kemarau di Kalimantan Timur (Kaltim) pada bulan Juni hingga Agustus 2026. BMKG Samarinda meminta instansi terkait di provinsi tersebut, termasuk BPBD, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Dinas Kehutanan, untuk bersiap menghadapi dinamika iklim yang diantisipasi.
Kesiapsiagaan untuk antisipasi perubahan cuaca
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, menegaskan bahwa prediksi BMKG tentang cuaca memiliki nilai penting bagi berbagai sektor kehidupan. Hal ini mencakup pengelolaan sumber daya air, kesiapan makanan, serta tindakan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang berisiko meningkatkan saat musim kemarau.
“Kami mengimbau semua pihak terkait untuk melakukan kesiapsiagaan sebelum musim kemarau tiba,” kata Riza Arian Noor, Kamis, di Samarinda.
Pengaruh kemarau terhadap sektor pertanian
Menurut Riza, kawasan pertanian akan mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air jika kemarau terjadi. Hal ini bisa menghambat pertumbuhan tanaman dan berpotensi mengurangi hasil panen. Oleh karena itu, dinas-dinas yang mengelola air harus memaksimalkan penggunaan waduk, bendungan, danau penampungan, serta sumur untuk memenuhi kebutuhan pertanian.
Distribusi musim di Kaltim
Riza menambahkan bahwa kemarau di sejumlah wilayah Kaltim diperkirakan dimulai pada bulan Juni, dengan variasi waktu di setiap kabupaten/kota. Misalnya, Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara memasuki fase kemarau antara pertengahan Juni hingga Agustus. Kota Bontang dan Samarinda akan mengalami kondisi kering pada pertengahan atau akhir Juni, sementara Balikpapan, Paser, Kutai Barat, dan Penajam Paser Utara diperkirakan mulai dari akhir Juni hingga awal Juli.
Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu tidak mengalami musim kemarau, melainkan hujan sepanjang tahun. BMKG menyebut bahwa Kaltim memiliki 20 zona musim, dengan 16 di antaranya mengalami dua musim—hujan dan kemarau—sedangkan 4 zona lainnya selalu berupa musim hujan. Zona ini terutama terdapat di Mahakam Ulu dan sebagian wilayah Kutai Barat.