Historic Moment: Pemain film “Crocodile Tears” janjikan cerita yang mudah dipahami
Pemain film “Crocodile Tears” janjikan cerita yang mudah dipahami
Di Jakarta, Yusuf Mahardika dan Zulfa Maharani, pemain film “Crocodile Tears,” menyatakan bahwa kisah yang mereka bawakan sangat relevan dengan pengalaman sehari-hari masyarakat.
“Saya yakin film ini sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. Tidak hanya itu, film ini juga dirancang agar tidak membuat penonton merasa kewalahan. Sebaliknya, ceritanya sangat mudah dipahami,” ujar Zulfa saat mengunjungi Kantor Berita Antara di Jakarta pada hari Kamis.
Senada dengan Zulfa, Yusuf juga menegaskan bahwa narasi film ini menggambarkan hubungan keluarga yang sangat umum dijumpai di masyarakat Indonesia. “Mereka yang merasa memiliki pengalaman serupa akan merasa tidak sendirian,” tambah Yusuf.
Menurut Yusuf, film ini telah ditayangkan di Toronto, Kanada, untuk sesi pemutaran awal. Setelah acara tersebut, beberapa penonton mengungkapkan bahwa mereka merasa terhubung dengan cerita.
“Setelah pemutaran selesai, banyak yang berkata, ‘Ih, gue Johan banget, gue mama banget, gue Arumi banget.’ Mereka merasa terwakilkan oleh karakter-karakter di dalam film ini,” katanya.
Adapun film yang akan tayang mulai 7 Mei ini menceritakan tentang hubungan ibu-anak antara Marissa Anita (ibu) dan Yusuf (Johan), yang mulai mengalami gangguan ketika orang ketiga, Arumi (diperankan Zulfa), masuk ke dalam cerita.
Yusuf menjelaskan bahwa kisah ini menyajikan konflik kompleks dalam hubungan antara ibu dan anak, yang penuh dengan cinta berlebihan dan tuntutan. Johan, yang tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang dari ibunya sejak kecil, akhirnya dewasa dan bertemu dengan Arumi. “Johan menghadapi dilema antara cinta kepada Arumi dan kewajiban terhadap ibunya. Sejak kecil, ia merasa menjadi penjaga kehidupan keluarga, sehingga konflik terjadi antara pilihan cinta dan tanggung jawab,” tambah Yusuf.