Main Agenda: Rupiah menguat dipicu ketegangan geopolitik yang mereda

Rupiah menguat dipicu ketegangan geopolitik yang mereda

Jakarta – Nilai tukar rupiah naik 4 poin atau 0,03 persen pada hari Kamis, mencapai Rp17.139 per dolar AS dari Rp17.143 per dolar AS sebelumnya. Menurut Muhammad Amru Syifa dari Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), kenaikan ini didorong oleh harapan optimis terkait pelonggaran ketegangan geopolitik yang terjadi sebelum negosiasi putaran kedua antara Amerika Serikat dan Iran.

“Dari perspektif global, rupiah terpengaruh oleh penurunan dolar AS, yang dipicu oleh optimisme terhadap meredanya konflik geopolitik serta harapan kebijakan lebih fleksibel dari Federal Reserve,” jelas Amru kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Seiring itu, Sputnik melaporkan bahwa Angkatan Laut AS mulai memblokade jalur laut ke dan dari pelabuhan Iran sejak 13 April di kedua sisi Selat Hormuz, yang menjadi jalur pengangkutan sekitar 20 persen pasokan minyak global, produk petroleum, dan LNG. Washington menyatakan bahwa kapal non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar tarif kepada Teheran. Sementara Iran belum mengumumkan rencana pungutan tersebut, tetapi sedang membahasnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menunjukkan bahwa blokade AS di Selat Hormuz berpotensi mengganggu gencatan senjata antara Washington dan Teheran. Meski ada dorongan penguatan dari perbaikan sentimen global, ruang untuk kenaikan rupiah dinilai masih terbatas karena tekanan eksternal belum sepenuhnya berkurang.

Dari sisi domestik, Amru menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup stabil, didukung oleh cadangan devisa yang memadai serta kebijakan responsif Bank Indonesia. Namun, aliran modal asing yang cenderung hati-hati dan kebutuhan likuiditas dolar AS di pasar lokal masih membatasi penguatan rupiah dalam jangka pendek.

Menurut dia, kesulitan rupiah dalam memulihkan tren depresiasi beberapa hari terakhir terjadi karena kombinasi faktor eksternal dan domestik. Meski indeks dolar AS berada di level terendah dalam enam pekan terakhir, tekanan terhadap mata uang dalam negeri belum reda, terutama akibat aliran modal yang masih keluar (outflow).

Di sisi lain, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini mengalami penurunan ke Rp17.142 per dolar AS, dibandingkan Rp17.141 sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *