Pupuk Indonesia perkuat ketahanan produksi di tengah gejolak Timteng

Pupuk Indonesia perkuat ketahanan produksi di tengah gejolak Timteng

Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan produksi di tengah ketidakstabilan geopolitik di wilayah Timur Tengah. Perusahaan ini mendorong transformasi menuju industri rendah karbon sebagai bagian dari upaya tersebut.

“Transformasi menuju ekonomi rendah karbon bukan lagi pilihan, tetapi keharusan yang tak terelakkan. Karena itu, industri harus tetap berjalan, namun di saat yang sama target-target iklim juga harus tetap dicapai,” kata Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Dalam operasionalnya, perusahaan ini menekankan kemandirian bahan baku sebagai fondasi ketahanan industri. Ketersediaan gas alam domestik dianggap sebagai faktor kunci yang memastikan stabilitas produksi pupuk nasional, bahkan di tengah risiko gangguan rantai pasok global.

Yehezkiel menjelaskan bahwa perusahaan memiliki pasokan urea yang cukup kuat, didukung oleh kapasitas produksi yang memadai serta sumber bahan baku gas alam dalam negeri. Hal ini memungkinkan Indonesia tidak tergantung pada pasokan global, seperti dampak gangguan di Selat Hormuz yang bisa mengurangi sekitar 30 persen pasokan urea dunia.

Tahun ini, Pupuk Indonesia menargetkan produksi urea sebesar 7,8 juta ton, sementara permintaan domestik hanya sekitar 6,3 juta ton. Kondisi surplus ini memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri tetap terpenuhi, sekaligus memberi ruang bagi perusahaan untuk berperan sebagai stabilisator pasokan urea internasional.

“Namun perlu kami tekankan, bahwa prioritas utama kami adalah memenuhi kebutuhan pupuk nasional terlebih dahulu,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *