Main Agenda: Basarnas maksimalkan proses evakuasi Helikopter PK-CFX
Basarnas maksimalkan proses evakuasi Helikopter PK-CFX
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak menyatakan tim bersama telah berupaya optimal dalam mencari helikopter milik PT Matthew Air yang diduga terjatuh di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Setelah sesi koordinasi, tim SAR menerima laporan awal dari pemantauan udara yang menunjukkan adanya serpihan di titik koordinat yang telah ditetapkan. Namun, informasi ini masih bersifat sementara, berdasarkan pengamatan dari ketinggian.
“Setelah briefing, kami menerima informasi awal dari hasil pemantauan udara bahwa terdapat serpihan di titik koordinat yang sebelumnya telah diidentifikasi. Namun, itu masih berdasarkan pengamatan dari udara,” kata Kepala Kansar Pontianak I Made Junetra di Pontianak, Kamis.
Junetra menjelaskan, hasil diskusi bersama pihak terkait, termasuk TNI dan Polri, serta data pemantauan udara, menunjukkan indikasi awal adanya serpihan yang diduga berasal dari helikopter tersebut. Pencarian udara telah dilakukan dua sampai tiga kali untuk memastikan lokasi jatuh. Namun, pengambilan keputusan lanjutan operasi bergantung pada kondisi cuaca dan keamanan penerbangan.
Di sisi lain, tim darat yang dipimpin on-scene commander (OSC) di Sintang dilaporkan sedang bergerak mendekati lokasi, meski menghadapi medan terjal dan vegetasi padat. “Kondisi medan cukup menantang, dengan kemiringan tebing curam dan akses terbatas. Namun, tim di lapangan tetap berusaha mendekati titik koordinat,” tambah Junetra.
Basarnas juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk kepolisian untuk siapan tim Disaster Victim Identification (DVI), serta menyiapkan fasilitas pendukung seperti rumah sakit dan ambulans. “Seluruh unsur sudah siap, termasuk DVI dan fasilitas kesehatan. Ini bagian dari kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan,” ujarnya.
Data penumpang telah diterima dari operator, namun identitas korban belum pasti sebelum evakuasi dan verifikasi dilakukan. Basarnas membuka posko utama di Pontianak sebagai pusat koordinasi dan informasi bagi keluarga korban. Posko tambahan di sekitar lokasi akan disesuaikan sesuai perkembangan di lapangan.
Operasi Pencarian Dukungan TNI
Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Supadio, Marsma TNI Sidik Setiono, menegaskan pihaknya terus mendukung operasi pencarian dengan mengirimkan alutsista udara lengkap peralatan SAR. “Helikopter dari Lanud Supadio telah diterbangkan menuju lokasi pada siang hari, membawa personel SAR termasuk dari pasukan khusus TNI AU (Paskhas) untuk melakukan pencarian udara,” katanya.
“Dari hasil searching, ditemukan adanya serpihan yang diduga bagian dari helikopter. Namun, untuk memastikan kondisi di lokasi, masih menunggu verifikasi dari tim darat,” tambah Sidik.
Operasi sempat terhambat akibat hujan dan kondisi geografis berupa hutan lebat serta medan terjal, sehingga penerbangan udara ditunda hingga malam hari untuk menjaga keselamatan personel. Selain itu, tim juga memetakan jalur darat sebagai akses alternatif untuk mendukung evakuasi. Pencarian udara terus dilakukan dengan melibatkan ratusan personel, termasuk Kodim dan batalyon infanteri, yang bergerak ke lokasi untuk memperkuat upaya SAR.
Operasi pencarian dan evakuasi rencananya dilanjutkan secara maksimal pada hari berikutnya dengan memprioritaskan faktor keselamatan. Helikopter Airbus H130T2 berangkat dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB, lalu hilang kontak pada 08.39 WIB saat dalam perjalanan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Helikopter mengangkut delapan orang, yaitu Kapten Marindra W (pilot), Harun Arasyd (co-pilot), serta enam penumpang: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.