Meeting Results: BRIN dorong pengembangan PLTSa untuk tangani sampah di wilayah 3T

BRIN Dorong Pengembangan PLTSa untuk Atasi Sampah di Wilayah 3T

Jakarta – Peneliti dari Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih, BRIN, Wiharja mengusulkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi pengolahan sampah di daerah yang masih tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia. Menurutnya, PLTSa memiliki peran penting dalam membuktikan bahwa sampah di negeri ini bisa diubah menjadi energi. “PLTSa menjadi bentuk nyata upaya mengelola sampah secara berkelanjutan, terutama di wilayah 3T yang seringkali terabaikan,” jelasnya dalam sesi diskusi di Jakarta, Kamis.

Saya setuju bahwa PLTSa dapat diterapkan di wilayah 3T ini, karena teknologi ini bisa mengurangi jumlah sampah yang terbawa arus ombak di pulau-pulau terpencil. Selain itu, PLTSa juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak,” ujar Wiharja.

Wiharja menambahkan, saat ini BRIN telah menyelesaikan pembangunan PLTSa Merah Putih di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, dengan kapasitas 100 ton per hari. Proyek ini mampu menghasilkan listrik sebesar 700 kilowatt (kW) dan telah dioperasikan sebagai contoh keberhasilan. “Kami siap memberikan dukungan pemerintah dalam penerapan PLTSa di berbagai lokasi, baik skala kecil maupun besar,” tegasnya.

Ia juga mendorong para pemimpin daerah untuk menganalisis masalah sampah secara spesifik. “Dengan memetakan tantangan lokal, PLTSa bisa disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan setiap wilayah secara optimal,” imbuh Wiharja. Sebagai tindak lanjut, Presiden Joko Widodo telah meminta seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah untuk konsisten dalam penanganan sampah. Langkah konkret diambil melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI) yang bertujuan memperkuat upaya pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di seluruh pelosok tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *