Latest Program: Investasi aset tetap China naik 1,7 persen pada Q1 2026

Investasi Aset Tetap China Naik 1,7 Persen pada Q1 2026

Beijing, Kamis – Data resmi yang diperoleh menunjukkan bahwa investasi aset tetap di Tiongkok mencatatkan kenaikan sebesar 1,7 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini mengubah tren penurunan 3,8 persen yang terjadi selama periode yang sama di tahun sebelumnya. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Nasional (NBS), nilai investasi tersebut mencapai 10,27 triliun yuan (satu yuan sekitar Rp2.513) atau sekitar 1,5 triliun dolar AS (satu dolar AS sekitar Rp17.141).

Infrastruktur Jadi Pendorong Utama

Mao Shengyong, wakil kepala NBS, menjelaskan bahwa pertumbuhan investasi aset tetap pada Q1 2026 lebih cepat karena Tiongkok menekankan peningkatan proyek utama dalam rangka memulai tahun pertama Rencana Lima Tahun ke-15. Ia menambahkan bahwa investasi infrastruktur mencatatkan kenaikan 8,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang menunjukkan peningkatan signifikan dari laju pertumbuhan tahunan sebelumnya.

Mao Shengyong menyatakan bahwa dalam tahun ini, Tiongkok lebih fokus pada penguatan infrastruktur baru sebagai strategi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Ia juga menekankan bahwa investasi di bidang ini mengalami lonjakan yang lebih kuat dibandingkan tahun lalu.

Pemulihan di Sektor Manufaktur

Dalam Q1 2026, investasi manufaktur menunjukkan peningkatan stabil, sebesar 4,1 persen dari setahun sebelumnya. Mao menyoroti bahwa kenaikan ini didorong oleh kecepatan pertumbuhan di industri tradisional, serta perluasan sektor-sektor baru yang berkembang pesat. Tiongkok terus meningkatkan penekanan pada inovasi dan kualitas produktif, yang menjadi faktor utama dalam memperkuat basis investasi manufaktur.

Industri Emerging dan Teknologi Tinggi

Sektor-sektor seperti ekonomi rendah, kecerdasan berwujud (embodied intelligence), dan 6G mengalami pertumbuhan lebih cepat dibandingkan sektor lainnya. Mao mengatakan bahwa bidang-bidang ini berperan sebagai pendorong baru dalam peningkatan investasi. Selain itu, investasi layanan teknologi tinggi meningkat 12,3 persen, sementara investasi pada produk kekayaan intelektual naik 7,9 persen, menunjukkan komitmen Tiongkok untuk pembangunan yang berbasis inovasi.

“Investasi dalam sektor-sektor ini tidak hanya menciptakan momentum baru, tetapi juga menunjukkan keberlanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun kekuatan produktif berkualitas,” ujar Mao.

Mao menambahkan bahwa di masa depan, Tiongkok perlu memperhatikan struktur, efisiensi, dan kualitas investasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih bermakna. Ia menegaskan bahwa peningkatan dalam keberlanjutan dan hasil investasi akan menjadi kunci dalam mendorong pengembangan ekonomi dan sosial berkualitas tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *