Meeting Results: Lengkap! Isi Diskusi Purbaya dan S&P, Singgung Pajak & Defisit APBN
Lengkap! Isi Diskusi Purbaya dan S&P, Singgung Pajak & Defisit APBN
Pertemuan di Washington DC
Dari Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan hasil rapat antara Kementerian Keuangan dengan Standard & Poor Global (S&P Global) yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, pada hari Selasa (14/4/2026). Dalam sesi tersebut, Purbaya menegaskan bahwa S&P Global mengajukan pertanyaan terkait kesehatan keuangan Indonesia. Menurut Purbaya, lembaga pemeringkat tersebut ingin memastikan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran tidak melebihi 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Penjelasan tentang Defisit APBN
Dalam diskusi, Purbaya menyampaikan bahwa pihak S&P Global menaruh perhatian pada target defisit APBN. Ia menambahkan bahwa presiden telah memberikan instruksi agar defisit tetap terjaga di bawah ambang 3% PDB. “Kita tetap konsisten dengan komitmen tersebut,” ujarnya dalam video resmi yang diterbitkan Kementerian Keuangan, Kamis (16/4/2026).
“Yang penting adalah mereka me”
Hasil Audit Defisit 2025
Purbaya juga memberi informasi bahwa defisit fiskal tahun 2025 telah diperiksa oleh Lembaga Kebijakan Pengelolaan Pajak (LKPP) dan hasilnya turun menjadi 2,8% dibandingkan angka sebelumnya sebesar 2,9%. Menurutnya, tanggapan S&P Global terhadap angka ini sangat positif. “Ini menunjukkan pencapaian yang baik dalam mengelola anggaran,” tambahnya.