Special Plan: AS Ngamuk! Berhari-hari Serang Kapal di Sini, Korban Jiwa Berjatuhan

AS Ngamuk! Berhari-hari Serang Kapal di Sini, Korban Jiwa Berjatuhan

Eskalasi Serangan Militer AS di Wilayah Amerika Latin

Kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di tengah laut kembali menjadi sasaran operasi militer AS setelah pihak Washington meluncurkan serangan beruntun yang menewaskan ratusan korban. Dalam lima hari terakhir, komando militer AS melancarkan serangan kelima yang memicu peningkatan jumlah korban jiwa. US Southern Command mengonfirmasi bahwa pihaknya menyerang kapal di Pasifik Timur, dengan pernyataan resmi menyebutkan tiga teroris narkoba tewas dalam aksi tersebut.

Korban Jiwa Meningkat dalam Operasi Penumpasan Narkoba

Berdasarkan data AFP, total korban tewas akibat serangan terhadap kapal penyelundup mencapai 177 orang. Sebelumnya, militer AS juga meledakkan dua kapal di Samudra Pasifik Timur pada hari Senin, dengan kejadian itu menewaskan lima warga dan hanya satu yang selamat. Serangan berikutnya pada hari berikutnya menambah jumlah kematian menjadi sembilan, dengan korban yang kini menyebar ke lokasi dekat.

Kritik Internasional terhadap Legalitas Operasi Militer

Di tengah tindakan tegas AS, kritik mulai muncul dari para ahli hukum dan kelompok hak asasi manusia. Mereka menilai serangan-serangan tersebut mungkin tidak sah, karena menargetkan warga sipil yang tidak langsung membahayakan keamanan nasional. Seorang pengacara mengajukan gugatan federal bulan lalu, dengan menuduh pemerintah AS bertindak tanpa dasar hukum yang jelas terkait kematian dua nelayan di Trinidad.

“Pembunuhan yang direncanakan dan disengaja ini tidak memiliki dasar pembenaran hukum yang masuk akal,” bunyi pernyataan dalam gugatan hukum tersebut.

Pembunuhan di Wilayah Laut Terus Berlanjut

Organisasi American Civil Liberties Union (ACLU) juga mengkritik narasi pemerintah AS tentang identitas para korban. Mereka menilai klaim bahwa kapal-kapal itu terkait dengan ancaman kartel internasional masih perlu bukti tambahan. Dalam surat yang ditandatangani oleh perwakilan Partai Demokrat, Joaquin Castro dan Sara Jacobs, kewaspadaan terus meningkat karena informasi tentang nama dan kewarganegaraan korban hingga kini belum terungkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *