Special Plan: Mentan perkuat irigasi perpompaan tingkatkan produktivitas pertanian
Mentan Perkuat Irigasi Perpompaan untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pihaknya akan mengembangkan program irigasi perpompaan (Irpom) sebagai solusi nyata untuk meningkatkan hasil pertanian nasional. Ia menjelaskan bahwa teknik ini berpotensi mengubah pola pengolahan lahan pertanian, terutama di daerah kering, yang sebelumnya hanya mampu berproduksi sekali dalam setahun menjadi dua atau tiga kali. “Penerapan kebijakan ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan output tanpa perlu memperluas area pertanian baru,” ujar Mentan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Kunjungan ke Desa Banyurip
Saat melakukan inspeksi ke Desa Banyurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (16/4), Mentan menyaksikan langsung manfaat Irpom. Sistem pompanisasi yang dioperasikan di lokasi tersebut dengan kapasitas 5.000 liter per detik berhasil mengairi sekitar 20 hektar lahan. Hasilnya, petani setempat melaporkan peningkatan hasil panen yang signifikan. “Kreativitas ini membuktikan bahwa dengan menambah pompa, hasil panen yang sebelumnya sekali bisa menjadi tiga kali,” tambahnya.
“Kebijakan ini menjadi kunci dalam mendorong peningkatan produksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahan baru,”
Menurut Amran, keberhasilan di Desa Banyurip akan diadopsi secara nasional untuk memaksimalkan potensi lahan kering. “Harapan kita adalah seluruh wilayah Indonesia bisa meningkatkan hasil panen dari sekali menjadi dua atau tiga kali melalui pemasangan pompa,” katanya. Untuk mendorong implementasi cepat, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan dana besar. “Kami sudah menyediakan anggaran hingga Rp5 triliun untuk Irpom. Jika mencapai 1 juta hektare, maka produksi gabah bisa naik 6 juta ton,” jelasnya.
Strategi Tiga Langkah
Amran menyebutkan bahwa Irpom dijalankan bersamaan dengan dua strategi lain, yaitu cetakan sawah baru dan optimalisasi lahan rawa. “Ini tiga langkah yang kita ambil secara bersamaan,” katanya. Kombinasi kebijakan ini, menurutnya, telah menunjukkan peningkatan produksi mencapai 13 persen atau 4 juta ton. “Inilah langkah-langkah yang kita lakukan agar produksi meningkat tajam,” tambah Mentan.
“Nah, kalau ada 2 juta hektare tambahan, kali 6 ton, itu 12 juta ton gabah. Artinya, menambah 6 juta ton beras,”
Sebagai langkah percepatan, Mentan akan mengundang para bupati dan walikota yang memiliki potensi peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) untuk memastikan kebutuhan air terpenuhi. “Nanti kita cek semua. Yang butuh pompa, Insya Allah hari Senin (20/4) kami putuskan,” kata Amran. Ia menegaskan bahwa dana sudah siap dan ini menjadi perintah langsung dari Presiden.