Key Strategy: Pemkot Jaktim dorong penangkapan ikan sapu-sapu berkelanjutan

Pemkot Jaktim Dorong Penangkapan Ikan Sapu-Sapu Berkelanjutan

Jakarta – Kota Jakarta Timur (Jaktim) sedang berupaya untuk mengendalikan jumlah ikan sapu-sapu secara berkelanjutan, demi mencegah kerusakan pada lingkungan perairan. Wali Kota Jaktim, Munjirin, menyatakan bahwa operasi menangkap ikan sapu-sapu ini tidak boleh berhenti hanya sekali, melainkan harus terus dilakukan dengan konsistensi. “Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut, karena penting untuk menjaga ekosistem secara bertanggung jawab,” ujarnya saat menghadiri acara di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jumat.

Keberlanjutan dan Kolaborasi Masyarakat

Munjirin menekankan bahwa penangkapan ikan sapu-sapu harus menjadi kegiatan rutin, bukan sekadar tindakan sementara. Ia mengatakan, partisipasi masyarakat serta pihak-pihak terkait harus terus ditingkatkan agar hasilnya maksimal. “Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam menekan populasi ikan invasif ini,” jelasnya.

“Kami juga akan berkomunikasi dengan pihak lain agar warga yang menangkap ikan sapu-sapu dapat diberi penghargaan,” tambah Munjirin.

Dalam upaya tersebut, Pemkot Jaktim akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merancang strategi lebih lanjut, termasuk pemberian insentif finansial kepada warga yang aktif dalam menangkap ikan tersebut. Selain itu, Munjirin meminta camat dan lurah untuk memetakan area yang sering menjadi tempat berkumpul ikan sapu-sapu, agar penanganannya bisa lebih terstruktur.

Implikasi Ekosistem dan Infrastruktur

Menurut Munjirin, ikan sapu-sapu yang dominan di perairan Jakarta, hampir 80 persen dari populasi, telah menimbulkan dampak serius. Mereka membuat lubang di dinding saluran air, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem serta mengurangi fungsi infrastruktur. “Kerusakan ini mengancam kehidupan organisme lain di air, sekaligus memperburuk kondisi lingkungan perkotaan,” ujarnya.

Kegiatan serentak penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan di 10 kecamatan, sebagai langkah konkrit untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai. Operasi ini dipusatkan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kecamatan Kramat Jati, dan di beberapa titik perairan lainnya secara hybrid. Beberapa lokasi seperti Pintu Air Gunung Antang di Matraman, Kali Buaran II di Duren Sawit, serta Perumahan Rokem di Cakung menjadi titik fokus.

Kerja Sama dan Apresiasi

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Jaktim berencana bekerja sama dengan Baznas atau Bazis untuk memberikan bantuan keuangan kepada masyarakat yang terlibat dalam penangkapan. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran warga sekaligus mendorong partisipasi aktif mereka dalam menjaga lingkungan. “Dengan integrasi dan konsistensi, kami optimis populasi ikan sapu-sapu dapat dikendalikan,” tutup Munjirin.

Dalam operasi serentak, total ikan sapu-sapu yang ditangkap mencapai 763 kilogram atau 7,63 kuintal. Hasil ini menunjukkan keberhasilan awal dari upaya Pemkot Jaktim dalam mengatasi masalah invasi ikan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *