New Policy: Pemkot Jaktim siapkan sidak cegah peredaran ikan sapu-sapu
Pemkot Jaktim Terus Memantau Peredaran Ikan Sapu-Sapu
Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) melakukan inspeksi mendadak di berbagai titik untuk memastikan ikan sapu-sapu tidak lagi masuk ke dalam rantai makanan masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai langkah untuk mengendalikan distribusi ikan yang tidak layak dikonsumsi tersebut. Wali Kota Jaktim, Munjirin, mengungkapkan bahwa inspeksi akan mencakup pelaku usaha dan tempat pengolahan makanan yang bisa jadi sumber ikan sapu-sapu.
“Kita akan sidak-sidak ke setiap titik, mulai dari pabrik siomay hingga tempat lainnya,” ujar Munjirin di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat.
Dengan meningkatkan pengawasan, Pemkot berharap menghentikan praktik penyalahgunaan ikan sapu-sapu yang sudah terjadi lama di tengah masyarakat. Taufik Yulianto, Kepala Suku Dinas KPKP Jaktim, menambahkan bahwa pengawasan lebih menekankan pengamatan rutin daripada razia besar-besaran.
“Kita pastikan ikan sapu-sapu tidak dimanfaatkan untuk konsumsi,” kata Taufik.
Pencegahan Bersama Pemulihan Ekosistem
Pemkot juga sedang memperbaiki kondisi perairan dengan mengurangi jumlah ikan sapu-sapu. Taufik menjelaskan bahwa populasi ikan ini memengaruhi keseimbangan lingkungan. Langkah yang diambil termasuk pengendalian populasi dan penebaran ikan lokal seperti ikan nila.
“Nanti, kalau perairannya sudah bersih, kita masukkan ikan lokal sebagai bagian dari pemeliharaan ekosistem,” tutur Taufik.
Lokasi Operasi dan Hasil Penangkapan
Operasi penangkapan ikan sapu-sapu berlangsung di 10 kecamatan secara serentak. Di Matraman, petugas fokus pada Pintu Air Gunung Antang, RW 9, Palmeriam. Di Duren Sawit, Kali Buaran II menjadi titik sentral. Sementara di Cakung, aktivitas dilakukan di Perumahan Rokem, Tambun Rengas.
Operasi juga terpusat di Jatinegara, Rumah Pompa Air BC Sudin Sumber Daya Air, Bidara Cina; Cipayung, Waduk Cilangkap 2 Agrowisata, RW 1, Cilangkap; Pasar Rebo, Irigasi Setu Pedongkelan, Pekayon; Ciracas, Kali Cipinang, RT 4 RW 3, Rambutan; dan Pulo Gadung, Kali Pasadenia, Pacuan Kuda, Kayu Putih.
Hasil dari operasi tersebut mencapai 763 kilogram ikan sapu-sapu, setara 7,63 kuintal. Langkah ini diharapkan bisa menstabilkan ekosistem sungai sekaligus menjaga kesehatan warga.