Solving Problems: KPKP Jaksel petakan saluran Phb berpotensi dihuni ikan sapu-sapu

KPKP Jaksel Petakan Saluran Phb yang Berpotensi Diisi Ikan Sapu-Sapu

Jakarta, Jumat – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan (Sudin KPKP Jaksel) sedang melakukan pemetaan saluran penghubung (Phb) yang diduga menjadi tempat berkembang biak ikan sapu-sapu. Menurut Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, tim telah mengidentifikasi empat hingga lima titik lokasi yang memungkinkan ikan sapu-sapu berkembang.

Dalam kegiatan ini, fokus utama adalah untuk menjamin penangkapan ikan sapu-sapu berlangsung terarah dan berkelanjutan. “Pak Wali Kota mengingatkan bahwa kita harus memastikan keselamatan petugas serta mengetahui secara pasti di mana populasi ikan tersebut cukup tinggi,” jelas Ridho. Dia menambahkan bahwa peta ini akan membantu operasi penangkapan lebih efektif.

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Setu Babakan pada hari ini melibatkan 50 petugas gabungan. Komposisi tim terdiri dari Sudin KPKP Jaksel, Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) DKI Jakarta, Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jaksel, serta Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) dan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa. Tidak ketinggalan, Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan juga terlibat.

Ke depannya, Pemkot Jakarta Selatan akan terus mengevaluasi operasi pengendalian populasi ikan sapu-sapu secara bersamaan di lima wilayah. Hal ini sesuai arahan Pemprov DKI Jakarta. Dalam rangka itu, pihak setempat menargetkan lima ton ikan sapu-sapu dapat ditangkap di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu dihancurkan melalui proses membelah dan dikubur. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya menjaga lingkungan, sebagaimana arahan Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, Sudin KPKP Jaksel juga sedang memantau olahan ikan tersebut dalam rangka memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

“Kita, sih, kemarin sudah mengidentifikasi setidaknya ada empat hingga lima titik, ya, yang berpotensi ikan sapu-sapu,” kata Ridho Sosro saat diwawancara di Setu Babakan, Jakarta Selatan.

Menurut Ridho Sosro, lokasi-lokasi yang disurvei mencakup Bintaro Permai, Cilandak, Setiabudi, dan Tebet. Ia menekankan bahwa pemetaan ini bertujuan untuk mempercepat penangkapan ikan sapu-sapu sesuai dengan perencanaan kegiatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *