Facing Challenges: Wamen LH ajak pengembang uji coba registri karbon baru
Wamen LH Ajak Pengembang Uji Coba Registri Karbon Baru
Di Jakarta, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengundang pengembang proyek karbon untuk turut serta dalam uji coba sistem registrasi unit karbon (SRUK) yang akan segera diluncurkan. “SRUK direncanakan beroperasi pada bulan Juli, sesuai instruksi Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Bagi pengembang yang telah menyiapkan dokumen desain proyek (PPD), sekarang bisa memasukkan data ke dalam registri ini,” jelas Wamen Diaz dalam pernyataan yang diterima, Jumat.
Dalam acara Indonesia Carbon Market Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (16/4), Diaz menegaskan bahwa uji coba SRUK penting untuk mendorong percepatan aktivitas perdagangan karbon. “Kita butuh kerja sama yang berkelanjutan agar perdagangan karbon bisa berjalan lancar, sehingga saat peluncuran, segala hal sudah siap diterapkan,” tutur dia.
“Perdagangan karbon menjadi salah satu solusi untuk mengatasi defisit pendanaan iklim global. Menurut studi, dunia membutuhkan dana sebesar 8,6 triliun dolar AS per tahun hingga 2030, dengan proyeksi meningkat menjadi 10 triliun dolar AS. Namun, pendanaan yang tersedia hanya berkisar antara 1,4 hingga 1,9 triliun dolar AS, sehingga ada kesenjangan yang signifikan,” ujarnya.
Menurut Diaz, kesenjangan pendanaan iklim juga terjadi di Indonesia, di mana kebutuhan tahunan sebesar 470 triliun dolar AS dari 2020 hingga 2030 belum terpenuhi. “Yang tersedia saat ini hanya 76 triliun dolar AS, jadi masih ada tantangan besar dalam menghadapi perubahan iklim,” lanjutnya.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jeremy, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam mengembangkan pasar karbon. “Forum ini sesuai dengan amanat Presiden Prabowo untuk memperkuat kerja sama dengan Inggris, dan kami berharap dukungan tersebut tetap berlanjut,” kata Dominic.