What Happened During: Buru Cadangan Migas Baru, PHE Teken Kontrak Blok Migas Lavender

Buru Cadangan Migas Baru, PHE Teken Kontrak Blok Migas Lavender

Sebuah pengumuman penting diumumkan oleh PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender, yang secara resmi menandatangani Kontrak Kerja Sama (KKS) atau Production Sharing Contract (PSC) atas Wilayah Kerja (WK) Lavender bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Wilayah kerja ini meliputi area offshore dan onshore di Sulawesi Selatan serta offshore Sulawesi Tenggara. Ini menjadi WK keenam yang diperoleh oleh anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sejak tahun 2023, mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas portofolio eksplorasi untuk menemukan cadangan energi baru di Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan investasi sektor energi, terutama pada subsektor hulu migas, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. “Ketahanan energi bukanlah pilihan, tapi keharusan. PHE berperan aktif untuk menjaga produksi migas saat ini, sambil menyiapkan energi masa depan Indonesia,” ujar Ruby dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

“Ketahanan energi nasional bukan pilihan, tapi keharusan. PHE berdiri di garis depan untuk memastikan produksi migas tetap terjaga hari ini, sambil menyiapkan energi masa depan Indonesia,” kata Ruby dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

WK Lavender didapatkan melalui mekanisme penawaran langsung Indonesia Petroleum Bidding Round (IPBR) Tahap 2 Tahun 2025. Kontrak PSC ini menggunakan skema Cost Recovery dengan masa berlaku selama 30 tahun. Dalam perjanjian tersebut, PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender ditetapkan sebagai operator, dengan luas wilayah kerja mencapai 8.206,95 km².

Sebelum penandatanganan, kontraktor telah memenuhi kewajiban finansial sesuai aturan yang berlaku, termasuk pembayaran bonus tanda tangan US$ 200.000 dan penyerahan jaminan pelaksanaan kepada pemerintah melalui SKK Migas. Nilai komitmen pasti dalam PSC WK Lavender sebesar USD 2,8 juta akan diwujudkan dalam tiga tahun awal eksplorasi, melalui pelaksanaan Studi Geologi dan Geofisika (G&G), akuisisi Seismik 2D sepanjang 100 km, serta Seismik 3D seluas 200 km².

Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi hulu migas berdasarkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Perusahaan juga berkomitmen pada Zero Tolerance on Bribery, dengan menerapkan sistem pencegahan fraud dan memastikan kebersihan dari penyuapan. Salah satu contoh implementasinya adalah Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang sesuai standar ISO 37001:2016.

PHE berupaya membangun operasi yang prudent dan excellent, baik di dalam maupun luar negeri, untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab sosial, serta berkelanjutan dalam pemerintahan yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *