Latest Program: Pramono berencana bentuk PJLP khusus tangani ikan sapu-sapu
Pramono Rencanakan Bentuk PJLP Khusus Untuk Tangani Ikan Sapu-Sapu
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan rencananya untuk mengatur petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) secara khusus dalam upaya menangkap dan mengatasi ikan sapu-sapu yang merambah ke perairan ibu kota. Langkah ini diambil setelah ikan sapu-sapu terbukti menjadi ancaman serius bagi keseimbangan ekosistem sungai dan saluran air di Jakarta.
IKAN SAPU-SAPU DIANGGAP MENGGEROGOTI LINGKUNGAN
Pramono menegaskan bahwa tindakan menangani ikan sapu-sapu tidak boleh hanya bersifat formal. Ia ingin proses tersebut berlangsung terus-menerus dengan menghadirkan tenaga khusus yang fokus pada pengendalian spesies ini di lapangan. “Ikan sapu-sapu ini sangat invasif, bahkan bisa merusak dinding sungai karena cara sarangnya menggerogoti permukaan air,” tutur Pramono di Jakarta Utara, Jumat.
“Kalau dikonsumsi, tentu berbahaya. Selain itu, ikan ini juga merusak lingkungan karena membuat sarang dengan cara menggerogoti dinding sungai,” tambah Pramono.
Dalam laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kadar residu berbahaya yang terdeteksi pada tubuh ikan sapu-sapu mencapai lebih dari 0,3. Angka ini dinilai berpotensi mengancam kesehatan manusia yang mengonsumsinya. Selain merusak ekosistem, ikan ini juga mengancam infrastruktur seperti tanggul atau turap di tepi sungai karena sering membuat lubang sebagai tempat berkembang biak.
GERAKAN PENANGKAPAN SECARA SERENTAK SUDAH DI LAKUKAN
Selama ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjalankan operasi menangkap ikan sapu-sapu secara bersamaan di lima wilayah kota administrasi. Pramono turut langsung mengawasi tim biru dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan tim oranye dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang bergerak cepat untuk mengendalikan spesies tersebut.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penangkapan, mengingat dominasi ikan sapu-sapu semakin mengkhawatirkan. Pramono berharap PJLP akan menjadi solusi yang lebih efektif dalam menangani masalah ini secara berkelanjutan.