Key Strategy: Menko Polkam tekankan standar kualitas dapur MBG di Kalbar

Menko Polkam tekankan standar kualitas dapur MBG di Kalbar

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago ke pusat layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4), menyoroti peran dapur dalam menjaga kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Manfaat luas dari program MBG

Dalam inspeksi ke dapur yang berlokasi di Jalan Suwignyo, Djamari mengapresiasi sistem pengolahan air bersih dan manajemen sampah yang efektif. Ia menekankan bahwa standar kualitas dapur krusial untuk memastikan kelanjutan program MBG, yang tidak hanya meningkatkan kesehatan siswa tetapi juga mendorong dinamika ekonomi lokal.

“Saya melihat SPPG ini sudah memenuhi standar kesehatan, memiliki instalasi penjernihan air, serta pengelolaan limbah yang baik. Hal ini sangat penting karena berada di kawasan pemukiman. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kesiapan fasilitas dan apresiasi terhadap pelaku

Djamari juga memuji kesiapan operasional SPPG yang dinilai sesuai standar teknis. Ia menyoroti dukungan dari pihak-pihak terlibat, seperti pengelola, investor, dan yayasan penginisiasi. “Ini langkah strategis untuk masa depan bangsa, bukan hanya kepentingan bisnis,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia memberikan dorongan kepada staf dan pengelola MBG agar terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan. “Jangan pernah lelah mengabdi kepada bangsa,” pesannya.

Gubernur Kalbar tekankan kualitas sebagai pilar utama

Menanggapi kunjungan Menko Polkam, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menggarisbawahi bahwa kualitas dapur harus tetap dijaga. Ia menegaskan bahwa program ini memberikan manfaat nyata, baik bagi kesehatan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya berpesan agar kualitas dapur selalu dipertahankan. Jangan sampai ada kendala yang mengurangi citra program ini, karena manfaatnya sudah dirasakan oleh banyak pihak,” katanya.

Norsan menyoroti peran sistem filtrasi air optimal, mengingat lokasi fasilitas berada di daerah padat penduduk. Ia juga menyebut peningkatan konsumsi sayur-mayur lokal menjadi bukti keberhasilan program tersebut.

“Permintaan bahan makanan terus naik, memberikan kepastian pasar bagi para pemasok lokal. Mereka termotivasi meningkatkan produksi,” tambah Norsan.

Kegiatan peninjauan dan dialog

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan langsung fasilitas MBG serta diskusi singkat dengan pengelola mengenai pelaksanaan program di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *