Main Agenda: INDEF nilai gangguan bahan baku plastik jadi momen perkuat daur ulang

INDEF: Gangguan Bahan Baku Plastik Jadi Momentum Perkuat Daur Ulang

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai situasi gangguan pasokan bahan baku plastik global bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk meningkatkan penggunaan kemasan daur ulang di dalam negeri. Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, mengungkapkan hal ini saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

“Kita bisa memanfaatkan kondisi ini sebagai titik balik untuk lebih mengandalkan produk dengan kemasan ramah lingkungan,” kata Esther.

Menurutnya, kenaikan harga plastik akibat konflik di kawasan Timur Tengah memberikan tekanan besar terhadap pelaku usaha kecil dan menengah, terutama di sektor kuliner yang bergantung pada bahan kemasan plastik. Ia menjelaskan bahwa lonjakan biaya bahan baku langsung memengaruhi meningkatnya anggaran produksi. Beberapa pengusaha mengklaim harga plastik melonjak hingga dua kali lipat, yang memaksa mereka menghabiskan modal lebih tinggi untuk menjaga operasional.

Esther juga memperingatkan bahwa kondisi ini berpotensi mempercepat inflasi. Banyak pengusaha cenderung menaikkan harga jual produk, bukan mengurangi keuntungan. Namun, kenaikan harga bisa mengurangi jumlah pembelian, akhirnya menggerus pendapatan usaha. Jika konflik berlangsung terus-menerus, tekanan inflasi diperkirakan semakin besar.

Sebagai solusi, Esther menekankan pentingnya beralih ke alternatif bahan kemasan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Tren global menunjukkan plastik semakin mahal, sementara kemasan berbasis daur ulang lebih kompetitif secara harga.

Selain itu, ia menyoroti perlunya kebijakan pemerintah, seperti penerapan cukai plastik dalam bentuk Pigovian Tax, untuk mendorong perubahan pola konsumsi. Dengan demikian, tekanan akibat gangguan pasokan tidak hanya dianggap sebagai risiko, tetapi juga peluang untuk mendorong transformasi industri kemasan menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri plastik dalam negeri tetap memastikan ketersediaan persediaan untuk kebutuhan domestik, meski ada gangguan rantai pasok global. Dalam pertemuan dengan sektor hulu hingga hilir plastik di Jakarta, Kamis (16/4), ia mengungkapkan optimisme industri terhadap stok plastik nasional. “Saya garisbawahi bahwa persediaan seharusnya tidak mengalami masalah,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa pemerintah terus memantau dinamika global secara ketat, agar bisa mengantisipasi dampaknya terhadap produksi dan stok subsektor ini. Sebelumnya, Menperin juga menyatakan upaya diversifikasi bahan baku serta peningkatan pemanfaatan daur ulang sedang dilakukan untuk menjaga ketersediaan plastik nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *