Key Discussion: Realisasi belanja DKI Jakarta triwulan I-2026 capai Rp10,38 triliun
Realisasi Belanja DKI Jakarta Triwulan I-2026 Capai Rp10,38 Triliun
Jakarta – Dalam penjelasannya di Balai Kota, Michael Rolandi, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa realisasi belanja daerah pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp10,38 triliun. Angka ini mencerminkan 13,97 persen dari target APBD-Perubahan (APBD-P) sebesar Rp74,28 triliun. “Ini merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir,” ujarnya.
Dalam rangkaian pembicaraannya, Michael menyebutkan bahwa realisasi belanja di tahun-tahun sebelumnya lebih rendah. Pada 2022, realisasi mencapai 9,96 persen, lalu naik sedikit menjadi 9,86 persen di 2023, 10,31 persen di 2024, dan 13,19 persen di 2025. “Kita berhasil meraih angka yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya,” tambahnya.
“Kita memiliki perda APBD tahun 2025 dan Pergub penjabaran APBD 2026 yang disahkan tepat waktu. Tanggal 23 Desember telah ditetapkan, dan kami bisa segera bergerak melakukan operasional kegiatan di Pemda. Hal ini sangat mendukung efisiensi penyerapan anggaran,” jelas Michael.
Menurut Michael, belanja daerah 2026 terdiri dari beberapa komponen. Belanja operasi menjadi bagian terbesar dengan nilai Rp10,33 triliun atau 16,35 persen dari total. Belanja modal sebesar Rp0,04 triliun (0,41 persen) juga telah terealisasi. Sementara itu, belanja tidak terduga (BTT) dan belanja transfer masih bernilai nol.
Mengenai BTT yang belum tercapai, Michael menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh tidak adanya kebutuhan darurat yang memerlukan dana segera. Sedangkan belanja transfer belum terealisasi karena jumlah dan nilai bantuan keuangan masih dalam proses pembahasan.
Komponen Belanja Daerah
Belanja daerah 2026 dibagi menjadi empat kategori utama, yaitu belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Komponen terbesar adalah belanja operasi, yang menunjukkan bahwa DKI Jakarta tetap beroperasi secara normal meski dalam kondisi tertentu.
Program Prioritas Tahun 2026
Realisasi belanja tersebut turut mendukung tujuh program prioritas 2026. Program-program ini meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan produktivitas serta daya saing ekonomi, penciptaan penghidupan masyarakat yang layak dan mandiri, transformasi tata kelola pemerintahan, serta pengembangan infrastruktur kota yang memadai. Selain itu, ada juga fokus pada pembangunan berkelanjutan dengan rendah karbon dan peningkatan mobilitas serta kawasan berorientasi transit.