Key Strategy: Perbati jadikan UBL Nasional ajang pencarian petinju dari mahasiswa

Perbati Jadikan UBL Nasional Ajang Pencarian Petinju dari Mahasiswa

Jakarta – University Boxing League (UBL) Nasional 2026, yang diadakan di Jakarta pada 23 Mei, menjadi wadah untuk mengidentifikasi bakat petinju amatir dari kalangan mahasiswa. Sekretaris Jenderal Perbati, Hengky Silatang, menyatakan bahwa UBL membuka kesempatan luas bagi generasi muda berbakat di seluruh Indonesia.

“Kami berharap melalui UBL ini muncul atlet yang dapat mewakili Merah Putih. Kriteria utama adalah potensi, tidak tergantung pada latar belakang. Setiap daerah memiliki peluang sama,” ujar Hengky dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Perbati Sultan Sapta mengungkapkan mahasiswa memiliki kemampuan besar untuk dikembangkan menjadi atlet nasional. “Atlet yang menonjol bisa diproyeksikan sebagai wajah tinju Indonesia. Proses seleksi melalui kejuaraan nasional dan tahapan lainnya akan menentukan,” katanya.

UBL Nasional 2026 merupakan puncak dari rangkaian UBL Season 1, setelah melalui kegiatan roadshow di enam provinsi yang melibatkan lebih dari 60 universitas dan 280 mahasiswa. Dalam ajang ini, 18 petinju terbaik akan bersaing untuk meraih sembilan sabuk juara nasional di berbagai kelas.

“Tantangan terbesar adalah memilih atlet terbaik dari daerah-daerah dengan kualitas serupa. Kami mengumpulkan peserta dari kota-kota besar seperti Bali, Banten, Yogyakarta, dan Semarang, di mana jumlah pertandingan mencapai sekitar 35,” ujar Presiden UBL Sandri Karamoy.

Menurut Sandri, UBL tidak berhenti di level nasional. Rencananya, ajang ini akan dilanjutkan dengan roadshow di Jabodetabek untuk mempersiapkan atlet ke tingkat internasional. “Kami menargetkan satu petinju terpilih untuk dikirim ke kompetisi Asia,” tambahnya.

Kunci keberhasilan mencapai level internasional, menurut Sandri, adalah konsistensi bertanding, prestasi, serta komitmen pada sportivitas dan disiplin. UBL juga berencana memperluas cakupannya ke 14 provinsi dalam musim depan, agar ekosistem tinju mahasiswa lebih inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *