Special Plan: Penjualan BYD hampir dua kali lipat di Jepang pada Maret 2026

Penjualan BYD di Jepang Melonjak di Maret 2026

Bulan Maret 2026, jumlah mobil BYD yang terjual di Jepang meningkat hampir dua kali lipat berkat strategi perusahaan yang fokus pada ekspor. Dalam persaingan pasar yang ketat, BYD mengandalkan penjualan luar negeri untuk memperkuat posisinya. Mereka sebelumnya menetapkan target 10.000 unit mobil listrik per tahun, tetapi capaian pada 2025 hanya mencapai 3.731 unit.

Kenaikan Tahunan yang Signifikan

Menurut data registrasi mobil impor dari Japan Automobile Importers Association (JAIA), yang dilaporkan oleh Carnewschina pada Kamis (16/4) waktu setempat, jumlah kendaraan BYD yang terdaftar di Jepang mencapai 625 unit pada Maret 2026. Angka ini mengalami kenaikan 91,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam kuartal pertama 2026, total pengiriman BYD di Jepang mencapai 1.142 unit, naik lebih dari 100 persen dari 327 unit pada Maret 2025.

Menurut data registrasi terbaru mobil impor yang dilaporkan oleh Japan Automobile Importers Association (JAIA) yang dikutip laman Carnewschina pada Kamis (16/4) waktu setempat, menyebutkan bahwa BYD mencatatkan 625 kendaraan di Jepang pada Maret 2026, naik 91,1 persen secara tahunan.

Walaupun kenaikan penjualan tergolong pesat, efek basis rendah menjadi faktor utama. BYD tetap berada di posisi minoritas di pasar mobil Jepang, dengan total 407.564 unit mobil yang terjual bulan lalu, dan mobil energi baru (NEV) menyumbang 4,15 persen dari total tersebut.

Kendala Subsidi dan Perbandingan Global

Persaingan tidak hanya terjadi di Jepang, tetapi juga dihadapi oleh BYD di lingkungan domestik. Kebijakan subsidi NEV yang baru diterapkan membuat bantuan finansial per kendaraan menurun drastis, dari 350.000–400.000 yen menjadi 150.000 yen. Hal ini menimbulkan tantangan bagi perusahaan asal Shenzhen tersebut.

Perlu dicatat bahwa BYD juga menghadapi tantangan dari penyesuaian terbaru kebijakan subsidi NEV di Jepang. Subsidi per kendaraan turun tajam dari 350.000–400.000 yen (Rp37,7 juta–Rp43,15 juta) menjadi 150.000 yen (Rp16,18 juta).

Secara global, BYD menjual 688.939 unit mobil pada kuartal pertama 2026, dengan lebih dari separuh unitnya berasal dari pasar luar negeri. Jumlah ini lebih tinggi dari 990.711 unit yang terjual pada kuartal pertama 2025, di mana 643.024 unit disalurkan ke pasar domestik China.

Perluasan Produk dan Strategi Masa Depan

Saat ini, BYD menawarkan lima model di Jepang, termasuk empat mobil listrik (Sealion 7, Atto 3, Dolphin, dan Seal) serta satu model hibrida plug-in (PHEV) Sealion 6. Untuk meningkatkan kinerjanya, perusahaan berencana meluncurkan mobil kota listrik Racco musim panas ini. Harga estimasi Racco mencapai sekitar 2,5 juta yen (Rp269,6 juta).

Di bulan Maret 2026, angka registrasi mobil NEV impor mencapai 6.085 unit, dengan pangsa pasar BYD meningkat menjadi 10,3 persen. Meski begitu, target penjualan 10.000 mobil per tahun di Jepang masih menawarkan peluang tumbuh yang besar, meski harus menghadapi berbagai tantangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *