New Policy: Harga avtur naik, Indef sarankan reformulasi biaya haji lebih adaptif

Harga Avtur Meningkat, Indef Sarankan Penyesuaian Biaya Haji yang Lebih Fleksibel

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengusulkan pemerintah melakukan penyesuaian terhadap struktur biaya haji agar lebih fleksibel menghadapi perubahan harga global, termasuk kenaikan biaya bahan bakar avtur. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, menegaskan bahwa peningkatan harga avtur memerlukan pendekatan reformasi yang lebih kuat, bukan hanya mengandalkan penggunaan ruang anggaran.

Pendekatan Reformasi untuk Stabilisasi

Rizal menjelaskan bahwa tanpa adanya perubahan struktur ini, kebijakan yang tampaknya menguntungkan jamaah haji dalam jangka pendek justru bisa berdampak besar pada anggaran negara. “Tanpa reorientasi, kebijakan tersebut berisiko menguras fiskal dan kurang berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujarnya, seperti dikutip ANTARA di Jakarta, Jumat.

“Kenaikan harga avtur bukan kejadian sementara, melainkan bagian dari volatilitas energi global yang berstruktur. Jika setiap peningkatan biaya langsung ditanggung APBN, maka negara secara implisit mengambil alih risiko operasional yang seharusnya dikelola oleh sistem pembiayaan haji,” tambah Rizal.

Untuk mengurangi dampak fluktuasi harga, Rizal menyarankan pemerintah mendorong kerja sama jangka panjang dengan penyedia avtur serta maskapai penerbangan. Ia meyakini langkah ini bisa membantu menekan volatilitas, meningkatkan efisiensi, dan memanfaatkan Dana Haji sebagai penyangga yang profesional dan transparan.

Anggaran APBN untuk Kebutuhan Haji

Pemerintah sebelumnya mengumumkan rencana menambah dana Rp1,77 triliun dari APBN untuk menutupi kenaikan biaya pesawat haji akibat kenaikan harga avtur. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dana tersebut berasal dari cadangan APBN yang didapat melalui efisiensi anggaran selama setahun.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa biaya per calon haji Indonesia 2026 akan tetap berkurang Rp2 juta meski harga avtur mengalami kenaikan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan tarif penerbangan akibat volatilitas harga bahan bakar global. Dengan dana tambahan tersebut, pemerintah berharap tidak menambah beban finansial jamaah haji.

Rizal mengingatkan bahwa APBN kini menghadapi tekanan ganda, termasuk subsidi energi yang sangat tergantung pada harga minyak, perlambatan penerimaan pajak, dan meningkatnya kebutuhan belanja sosial. Meski ada efisiensi, dana harus dialokasikan untuk menopang belanja produktif, bukan hanya sekadar menyebut ulang anggaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *