Facing Challenges: Maudy hingga Jessica Iskandar dorong tingkatkan kesadaran sensitivitas

Maudy hingga Jessica Iskandar dorong tingkatkan kesadaran sensitivitas

Dari Jakarta, para artis Maudy Ayunda dan Jessica Iskandar mengajak wanita-wanita untuk meningkatkan pemahaman tentang sensitivitas melalui inisiatif ‘SOS: Strength of Sensitivity’ yang diluncurkan oleh AVEENO. Program ini bertujuan untuk menggali berbagai aspek sensitivitas yang dihadapi perempuan, termasuk kondisi fisik, emosi, serta tekanan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Perjalanan sensitif yang menginspirasi

Jessica Iskandar berbagi pengalaman pribadi tentang masa sulit dalam hidupnya, di mana pernah sampai pada titik terendah karena kesalahan masa lalu yang menimbulkan berbagai dampak, termasuk penilaian dari publik.

Dalam salah satu momen paling sensitif, ketika saya berada di titik terendah dalam hidup, saya belajar bahwa kekuatan bukan berarti menyembunyikan apa yang kita rasakan, melainkan memiliki keberanian untuk mengakuinya dan mencari dukungan,

kata Jessica, dalam acara AVEENO di Jakarta, Jumat.

Menurut Jessica, proses membangun kembali kepercayaan diri melibatkan langkah-langkah seperti mendekatkan diri kepada Tuhan, keluarga, serta berbagi cerita dengan orang yang dipercayai. Ia menekankan bahwa mengeksplorasi perasaan sendiri serta memberi waktu untuk istirahat memperkuat ketahanan emosional.

Sensitivitas sebagai kekuatan

Maudy Ayunda menyatakan bahwa momen sensitif adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan, baik secara emosional maupun fisik. Menurut Maudy, penting bagaimana kita memberi ruang untuk memahami perasaan sendiri, karena sensitivitas dapat menjadi sumber kekuatan yang membantu meningkatkan kesadaran diri, kemampuan berempati, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan.

Dalam perjalanan ini, Maudy mengajak semua orang untuk berani menceritakan pengalaman SOS: Strength of Sensitivity, karena setiap kisah memiliki potensi untuk memotivasi dan memperkuat orang lain.

Keterkaitan emosi dan kenyamanan eksternal

Menurut studi, ada hubungan kuat antara stres emosional dan kondisi kulit, yang menegaskan bahwa kenyamanan fisik dan emosional saling berkorelasi. Di Indonesia, banyak perempuan melaporkan menghadapi tekanan seperti kecemasan, mudah tersinggung, hingga kesulitan tidur.

Anggia Pramono, Presiden Direktur Kenvue Indonesia, menjelaskan bahwa sensitivitas menjadi bagian dari rutinitas banyak perempuan, namun sering kali tidak dikenali atau disalahpahami.

Sensitivitas bagian dari keseharian banyak perempuan, namun sering kali kurang dikenali atau disalahpahami. Melalui ‘SOS: Strength of Sensitivity’, ingin mendorong pemahaman yang lebih luas terhadap pengalaman tersebut sekaligus menciptakan ruang yang suportif,

ujar Anggia. Ia menyoroti peran besar perempuan dalam tugas profesional dan keluarga, meski kadang merasa tertekan untuk menyampaikan kebutuhan mereka secara terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *