New Policy: Kemendikdasmen: Pendekatan promotif cegah kekerasan di lingkup sekolah
Kemendikdasmen: Pendekatan Promotif untuk Cegah Kekerasan di Sekolah
Dalam upaya mencegah berbagai bentuk kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan penerapan pendekatan promotif partisipatif. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat berkunjung ke Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Jumat.
Kemendikdasmen mengatakan bahwa kebijakan ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih harmonis dan aman bagi peserta didik. Selama kunjungan, salah satu tindakan yang dilakukan adalah meresmikan ruang kelas darurat di SD Negeri 05 Batang Anai.
Pendekatan Humanis dan Karya Kreatif
Dalam mewujudkan lingkungan belajar yang menyenangkan, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan humanis. Salah satu cara yang digunakan adalah melalui lagu bernama “Rukun Sama Teman”, yang kerap dinyanyikan siswa di berbagai sekolah. Lagu ini dirancang untuk membantu anak-anak memahami dan menerima nilai-nilai kekerasan yang dilarang.
Kemendikdasmen juga merilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi ini bertujuan memperkuat sistem sekolah sebagai tempat yang bebas dari berbagai jenis kekerasan.
“Jadi, permendikdasmen ini bagaimana kita menciptakan lingkungan sekolah yang aman secara fisik, aman secara spiritual, aman secara intelektual, dan aman secara sosial,” ujarnya.
Dalam rangka mendukung kebijakan tersebut, Kemendikdasmen bekerja sama dengan tiga menteri lainnya, yaitu Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, mengeluarkan edaran terkait pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia dalam setiap upacara bendera.
Ikrar ini menyampaikan lima pesan utama, antara lain: belajar secara baik, mencintai orang tua, menghormati guru, rukun dengan teman, dan cinta tanah air. Kemendikdasmen menegaskan bahwa seluruh langkah ini bertujuan membangun budaya sekolah yang ramah dan mendukung pertumbuhan anak-anak secara optimal.