Latest Program: Mentrans ajak transmigran optimalkan peluang ekspor durian ke China

Mentrans ajak transmigran optimalkan peluang ekspor durian ke China

Jakarta – Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyoroti pentingnya transmigran memanfaatkan kesempatan untuk mengekspor durian, baik dalam bentuk segar maupun beku, ke pasar Tiongkok. Ia mengatakan, peningkatan nilai tambah produk bisa menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional, sekaligus mengakselerasi ekspor durian segar yang menawarkan potensi pendapatan lebih tinggi.

“Permintaan durian di pasar global, terutama Tiongkok, sangat tinggi. Produk segar memiliki nilai ekonomi hingga dua kali lipat dibandingkan durian beku. Hal ini membuka peluang signifikan yang perlu dimanfaatkan secara optimal,” ujar M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dianggap sebagai contoh sukses dalam pengembangan durian. Dalam acara pelepasan ekspor, Mentrans Iftitah memimpin pengiriman 459 ton durian senilai Rp42,5 miliar, berasal dari 11 kawasan transmigrasi di wilayah itu, Kamis (16/4). Selama kunjungan, ia juga melihat langsung proses pengepakan yang akan dikirim ke luar negeri.

Kebangkitan ekspor durian tersebut diungkapkan sebagai hasil dari kebijakan transmigrasi yang fokus pada ekosistem ekonomi berbasis kawasan. Mentrans menekankan bahwa transmigrasi kini bertujuan menciptakan lingkungan usaha yang mampu menghasilkan komoditas unggulan siap ekspor.

Ekspor kelapa juga ditargetkan

Dalam wawancara serupa, Ia menambahkan bahwa kelapa memiliki potensi ekspor yang menjanjikan. Permintaan di Tiongkok mencapai 4 miliar buah per tahun, bernilai sekitar Rp110 triliun. Namun, produksi dalam negeri hanya sekitar 1 miliar buah. Untuk memperkuat peluang ini, pemerintah berencana membangun koridor hortikultura di Sulawesi Tengah, termasuk Poso, Sigi, dan Parigi Moutong.

Wilayah Parigi Moutong yang sebagian besar merupakan kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi pusat produksi pertanian. Mentrans menyarankan kolaborasi dengan investor dan mitra internasional agar rantai pasok, infrastruktur, serta akses pasar komoditas lokal semakin optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *