Key Strategy: Seribuan Dai perantau Minang akan resmikan Kantor DPP Daram
Seribuan Dai Perantau Minang Resmikan Kantor DPP Daram
Jakarta – Ribuan ulama, da’iyah, pengusaha, dan warga Minangkabau yang berada di berbagai wilayah Indonesia serta luar negeri akan meresmikan markas DPP Da’iat Perantau Minang (Daram) di Jalan Hankam, Pondok Gede, Bekasi pada Sabtu pagi. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DPP Daram Buya Dr Elfa Mukhlis, yang didampingi oleh Ketua Daram Buya Chairat dan Ketua Panitia Buya Supriyadi.
Dalam pidato yang disampaikannya, Buya Dr Elfa Mukhlis menjelaskan bahwa Daram adalah organisasi masyarakat (ormas) yang menjadi tempat berkumpulnya para ulama, da’iyah, dan aktivis Islam yang berasal dari Minangkabau di seluruh dunia. Menurutnya, organisasi ini berdiri pada 8 Agustus 20218 dengan pusat di Jakarta, dan telah berkembang pesat hingga memiliki 16 Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) di Indonesia serta cabang di 15 negara.
“DPLN Daram ini ada di Amerika Serikat, Australia, Saudi Arabia, Malaysia, Brunai Darussalam, Mesir, Jordania, Yaman, Jepang, dan negara lainnya,” ujarnya.
Buya Dr Elfa Mukhlis menegaskan bahwa kantor DPP Daram akan digunakan untuk berbagai kegiatan yang mencakup keummatan, kemanusiaan, dan keagamaan. Ia juga menyampaikan bahwa acara peresmian ini menjadi kesempatan bagi para dai dan perantau Minang untuk berkumpul serta merancang kegiatan sosial dan ekonomi secara bersamaan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan rencana pembangunan Islamic Center Daram International (ICDI) yang akan dibangun di atas lahan seluas 75 hektare. Kawasan ini akan terdiri dari area Islamic Center dan pendukungnya sebesar 10 hektare, sementara 35 hektare lainnya dijadwalkan untuk pengembangan kawasan pemukiman islami yang terintegrasi dengan pendidikan, kesehatan, bisnis, wisata edukasi, serta fasilitas lainnya.
Program pembangunan ICDI ini direncanakan berlangsung dalam lima tahun ke depan. Tahun pertama akan digunakan untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat Minangkabau, baik di tanah air maupun di luar negeri. “Kami akan menyosialisasikan program ini dalam setahun untuk menarik partisipasi investor, komunitas, dan masyarakat,” tuturnya.
Saat ini, pihaknya telah menyiapkan beberapa opsi lokasi, termasuk Babelan Bekasi, Parung Bogor, Jonggol, dan lokasi lainnya. “Kita akan meluncurkan program ini besok dan segera memulai sosialisasi,” tambahnya.