Latest Program: Mandatori Biodiesel B50 Jalan 1 Juli 2026, RI Bakal Surplus BBM Solar

Mandatori Biodiesel B50 Berlaku 1 Juli 2026, RI Prediksi Surplus BBM Solar

Pemerintah Indonesia memperkirakan surplus bahan bakar solar pada periode mendatang setelah penerapan kebijakan wajib pencampuran biodiesel 50% (B50) mulai 1 Juli 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa produksi dalam negeri telah mampu memenuhi kebutuhan lokal, terutama setelah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan beroperasi sejak Januari 2026. Kebijakan B50 juga memperkuat antisipasi surplus, karena kandungan biodiesel di bahan bakar solar akan meningkat.

Produksi Domestik Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan Solar

Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa impor BBM Solar Cetane Number (CN) 48 atau C48 tidak lagi diperlukan pada 2026. Ia menjelaskan bahwa kapasitas produksi lokal sudah mencukupi permintaan domestik, terlepas dari adanya kebijakan B40 sejak 2025. “Solar CN 48 yang digunakan mobil-mobil saat ini sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Apalagi dengan B50 yang akan berlaku, surplus akan terjadi sejak bulan Juli,” kata Bahlil di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

“Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, produksi bensin dalam negeri meningkat hampir 20 juta kilo liter per tahun. Berarti impor hanya menyumbang 50%,” ujarnya.

Kebutuhan Bensin Nasional Masih Bergantung pada Impor

Meski surplus solar terduga, Bahlil mengakui bahwa 50% kebutuhan bahan bakar bensin di Indonesia masih diimpor. Ia menambahkan bahwa konsumsi bensin nasional berkisar antara 39 hingga 40 juta kilo liter per tahun. Sebelum RDMP Balikpapan, kapasitas produksi lokal hanya sekitar 14,3 juta kilo liter. Dengan penambahan kapasitas dari RDMP sebesar 5,6 hingga 5,7 juta kilo liter, produksi bensin dalam negeri meningkat menjadi hampir 20 juta kilo liter setiap tahun.

Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi, Indonesia semakin mendekati kebebasan dari ketergantungan pada impor bensin. Namun, untuk BBM jenis bensin, impor tetap menjadi bagian penting dari pasokan, meski tingkatnya menurun dibandingkan sebelum proyek RDMP diresmikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *