Main Agenda: Kemdiktisaintek dan BRIN dorong penguatan peta jalan riset nasional

Kemdiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan Riset Nasional

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan efektivitas riset nasional, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan pentingnya penyusunan strategi riset yang terpadu, terintegrasi, serta memberikan dampak nyata. Hal ini dijelaskan saat pertemuan antara Menteri Brian Yuliarto dengan Kepala BRIN Arif Satria, yang berlangsung pada Jumat (17/4).

Pertemuan tersebut menyoroti kebutuhan penyelarasan tujuan riset antar lembaga untuk menciptakan keberlanjutan dalam pengembangan inovasi nasional. Menteri Brian menyampaikan bahwa rencana kerja riset akan disusun secara kolaboratif melalui tim terpadu, sesuai dengan panduan yang diberikan Presiden.

“Ke depan, peta jalan riset nasional akan disusun bersama, melalui pembentukan tim yang menggabungkan berbagai pihak, termasuk dalam merancang proposal penelitian sesuai arahan Presiden,” ujar Menteri Brian dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.

Kepala BRIN Arif Satria menyetujui pandangan tersebut, menegaskan bahwa sinkronisasi agenda riset menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan nasional. “Komunikasi antar institusi harus efektif, agar tidak terjadi perbedaan tahapan penelitian, seperti ketika satu lembaga sudah mendekati akhir sementara yang lain baru memulai,” tambah Arif.

Sebagai langkah nyata, kedua lembaga juga sedang menyiapkan peluncuran agenda riset nasional secara bersama. Inisiatif ini bertujuan memperkuat mekanisme kolaborasi dalam penelitian strategis. Selain itu, pembentukan sistem data dan monitoring riset yang berjalan secara real-time menjadi prioritas, untuk memudahkan pengawasan aktivitas penelitian secara terpadu.

Sistem ini diharapkan mendorong pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan efisiensi penggunaan dana penelitian. Audiensi ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang meminta fokus riset pada isu strategis seperti pengelolaan sampah, ketahanan energi, dan pengembangan vaksin penyakit prioritas.

Dalam diskusi, penguatan sumber daya manusia peneliti dan perluasan jalur karir di lembaga pendidikan tinggi juga menjadi topik utama. Tindakan ini bertujuan meningkatkan produktivitas riset serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam ekosistem inovasi. BRIN dan Kemdiktisaintek juga menyoroti penggunaan teknologi komputasi tinggi untuk memfasilitasi analisis data dan kerja sama lintas sektor.

Adapun kolaborasi internasional di bidang teknologi strategis turut mendapat perhatian. Dengan memperkuat hubungan global, diharapkan kemajuan riset nasional dapat dipercepat, sejalan dengan visi pembangunan berbasis inovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *