Main Agenda: Pemerintah pastikan jaga dampak fluktuasi plastik bagi harga pangan
Pemerintah pastikan jaga dampak fluktuasi plastik bagi harga pangan
Dari Jakarta, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah untuk mengendalikan pengaruh perubahan harga plastik terhadap biaya pangan, demi melindungi kemampuan beli masyarakat serta mempertahankan ketersediaan pangan nasional. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat untuk mengantisipasi dampak fluktuasi plastik.
“Kita sudah diskusi bersama para pelaku usaha. Jika ada isu pasokan plastik yang kurang, kita sudah menghitung seberapa besar dampaknya terhadap harga beras dan gula per kilogram,” jelas Ketut.
Ketut menambahkan bahwa fluktuasi harga plastik mencerminkan ketidakstabilan pasokan bahan baku, yang berpotensi memengaruhi usaha pangan pokok strategis. Dikatakan bahwa biaya kemasan karungan menjadi faktor krusial dalam pengelolaan harga beras dan gula.
“Gejolak geopolitik memang menyebabkan sedikit kenaikan harga plastik. Bahan baku tersebut berasal dari pengolahan minyak bumi, termasuk sumber utama dari Timur Tengah,” tutur Ketut.
Sebagai langkah antisipatif, Bapanas telah mengumpulkan masukan dari pelaku usaha beras dan gula. Dalam pertemuan, terungkap bahwa kurangnya pasokan plastik berdampak pada penyesuaian harga yang harus dihadapi produsen pangan.
“Para pelaku usaha menyampaikan bahwa harga beras berkisar Rp350 per kilogram, sedangkan gula sekitar Rp150 per kilogram. Ini menunjukkan bahwa fluktuasi plastik cukup signifikan dan perlu diawasi dengan ketat,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketut menyebutkan bahwa meski terjadi perubahan harga beras dan gula dalam sebulan terakhir, kenaikannya masih dalam batas wajar. Harga beras medium per 16 April tercatat masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), dengan kenaikan hanya 0,01 persen dari Rp12.964 per kilogram menjadi Rp12.965 per kilogram.