Key Discussion: Mahasiswa USK edukasi anak berkebutuhan khusus tangani P3K

Mahasiswa USK Edukasi Anak Berkebutuhan Khusus dalam Menangani P3K

Banda Aceh – Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar edukasi khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya tentang pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Kegiatan ini diselenggarakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banda Aceh, dengan total 14 peserta yang terdiri dari 11 anak tuna rungu dan tiga anak autis. Terdapat 20 mahasiswa yang terlibat dalam proses pelatihan tersebut.

Program LOVE: Membentuk Empati melalui Seni Visual

Koordinator kegiatan, Dio Nugraha, menjelaskan bahwa inisiatif ini bagian dari program Language of Visual Expression (LOVE). “LOVE adalah upaya menggabungkan seni visual dan empati dalam bidang kesehatan,” katanya. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan, terutama untuk kelompok yang membutuhkan perhatian tambahan.

“Program ini menggunakan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi, agar para peserta didik lebih mudah memahami cara mengatasi situasi darurat,” tambah Dio.

Dio menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan melatih mahasiswa kedokteran untuk lebih peka terhadap ekspresi emosional pasien. “Selain diagnosis klinis, dokter juga perlu bisa membaca bahasa visual, seperti gerak tubuh atau media visual lainnya, sebagai bagian dari pendekatan kesehatan inklusif,” ujarnya.

“Melalui LOVE, kami ingin menciptakan calon dokter yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu menyampaikan empati melalui bentuk kreatif,” lanjut Dio.

Wakil Kepala SLB Negeri Banda Aceh, Irmayanti, mengapresiasi langkah mahasiswa USK tersebut. “Edukasi ini memberi pengetahuan kepada anak-anak bagaimana menangani kecelakaan, seperti mimisan atau tersedak,” kata Irmayanti. Menurutnya, ini adalah pertama kalinya peserta didik SLB menerima pembelajaran tentang P3K secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *