Special Plan: Ini Syarat Iran Bakal Buka Lagi Selat Hormuz

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz sebagai Respons kebijakan AS

Teheran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz setelah Amerika Serikat menolak mengangkat blokade terhadap pelabuhan Iran. Langkah ini memicu pengawasan ketat oleh angkatan bersenjata Iran terhadap jalur laut strategis tersebut. Sebuah kapal tanker yang mencoba melewati selat sempit itu diserang oleh kapal milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada hari Sabtu, sebagaimana dilaporkan oleh Badan Maritim Inggris. Serangan serupa juga mengenai kapal berbendera India yang mengangkut minyak mentah.

Komando gabungan militer Khatam al-Anbiya Iran menyatakan bahwa wilayah itu kini berada dalam pengelolaan serta pengawasan intensif. “Status Selat Hormuz akan tetap seperti sebelumnya selama pergerakan kapal dari dan menuju Iran masih terganggu,” tulis komando tersebut. Iran menegaskan bahwa pembatasan akan berlanjut jika AS tidak menjamin navigasi penuh bagi kapal-kapal yang melintas.

“Setiap pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat akan mendapat tanggapan yang sesuai,” tambah Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, yang menyampaikan penegasan itu selama forum diplomatik tahunan di Antalya, Turki.

Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat lalu setelah kesepakatan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Namun, penutupan kembali dilakukan setelah Trump mengklaim blokade AS akan “tetap berlaku penuh” hingga kesepakatan damai permanen dengan Teheran tercapai. Presiden AS juga menyatakan bahwa gencatan senjata sementara mungkin tidak diperpanjang.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengatakan harapan ada kesepakatan “dalam beberapa hari mendatang”. “Bukan hanya kami di kawasan ini, tetapi seluruh dunia menderita akibat berlanjutnya perang ini,” tambahnya.

Sebelum penutupan, delapan kapal tanker minyak dan gas melewati Selat Hormuz dalam waktu singkat. Wilayah ini menjadi sasaran utama operasi militer AS-Israel terhadap Iran, dengan sekitar 20% pasokan energi global melewati jalur tersebut. Penutupan selat tersebut diperkirakan memengaruhi kenaikan harga energi secara global.

Penyebab utama keputusan Iran terkait selat ini adalah respons atas serangan udara gabungan AS-Israel yang terjadi pada 4 Maret. Sebuah badan pelacakan maritim melaporkan bahwa kapal tanker ditembak oleh dua kapal perang IRGC sekitar 20 mil laut timur laut Oman. Kapten kapal menyatakan tidak menerima peringatan radio sebelumnya. Awak kapal dan kapal tersebut dilaporkan selamat, sementara penyelidikan sedang berlangsung.

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan ada kemajuan dalam pembicaraan dengan AS, tetapi jarak kesepakatan masih jauh. Dengan penutupan Selat Hormuz, Iran memperkuat posisi dalam perang dagang dan ketergantungan energi dunia pada jalur tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *