Gen Z Tinggalkan Smartphone – HP Jadul Jadi Pilihan
Gen Z Tinggalkan Smartphone, Ponsel Jadul Jadi Pilihan
Di tengah perubahan tren teknologi, Jakarta menjadi pusat perhatian atas fenomena menarik di kalangan generasi muda. Gen Z kini mulai beralih dari smartphone ke ponsel klasik, yang dikenal sebagai feature phone atau “dumb phone.” Perkembangan ini didasari alasan khusus, di antaranya rasa jenuh terhadap paparan layar yang berlebihan.
“Menurut Jose Briones, influencer ponsel sederhana, kecenderungan ini terutama terjadi pada sebagian generasi Gen Z yang merasa jenuh dengan layar (smartphone),”
Tren ini mulai teramati di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun terakhir. Ponsel klasik kembali diminati karena menawarkan fungsi dasar tanpa gangguan dari aplikasi dan media sosial. Sejumlah produsen perangkat lama, seperti HMD Global yang mengelola lisensi merek Nokia, melihat peningkatan permintaan. Mereka dikenal merilis kembali model ponsel populer pada era awal 2000-an.
Menurut data Counterpoint Research, pasar ponsel feature phone masih didominasi oleh kawasan Timur Tengah, Afrika, dan India, dengan kontribusi hampir 80% pangsa pasar tahun lalu. Di AS, basis pengguna ponsel sederhana tetap signifikan, terutama di kalangan lansia (33,2%) dan pengguna yang menekankan teknologi minimal (29,6%).
Permintaan Smartphone di Asia Tenggara Melambat
Detik mencatat, sepanjang 2025, total pengiriman smartphone di Asia Tenggara mencapai 100 juta unit, turun 1% YoY dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh kinerja yang kurang optimal di tiga kuartal pertama. Di Indonesia, pasar smartphone sempat mengalami penurunan 14,3% YoY pada 2023, dengan total hanya sekitar 35 juta unit.
Pertumbuhan kembali terjadi pada 2024, dengan penjualan meningkat 15,5% YoY menjadi hampir 40 juta unit. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen ultra low-end, yang dipimpin Transsion. Sementara segmen kelas menengah (Rp 3,2 juta hingga Rp 9,8 juta) juga tumbuh 24,9% YoY, dengan OPPO sebagai pemimpin pasar.
Meski demikian, adopsi teknologi 5G terus meningkat. Pangsa pasar smartphone 5G naik menjadi 25,8% pada 2024, dari 17,1% pada 2023. Perkembangan ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya pilihan perangkat dan harga yang terjangkau.