What Happened During: Tata Cara Wukuf di Arafah, Lengkap dengan Doa-doanya
Tata Cara Wukuf di Arafah dan Doa-Doa Terkait
Wukuf merupakan salah satu rukun utama dalam ibadah haji yang diadakan di Tanah Suci. Jemaah haji diwajibkan memahami prosedur wukuf secara lengkap. Secara harfiah, istilah “wukuf” merujuk pada keadaan berhenti atau berdiam di Arafah. Dalam praktiknya, umat Muslim bisa tetap berada di tempat tersebut sambil tidur, duduk, berdiri, atau bergerak sejenak.
Waktu Pelaksanaan Wukuf
Wukuf menjadi ciri khas haji dibandingkan umrah. Tidak boleh diabaikan oleh jemaah. Kapan wukuf dijalankan pada musim haji 2026? Menurut NU Online, Imam Nawawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa wukuf dilakukan sejak matahari tergelincir (Zuhur) pada 9 Zulhijah hingga terbit fajar pada 10 Zulhijah. Pada tahun ini, tanggal tersebut jatuh di hari Selasa (26/4) siang hingga Rabu (27/4) pagi.
Penentuan jadwal ini didasarkan pada beberapa hadis, antara lain yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan Ad-Dailami. Berikut bunyinya:
“Dari sahabat Abdurrahman bin Ya’mar ra, aku menyaksikan Rasulullah SAW didatangi para sahabat. Mereka bertanya tentang haji. Rasulullah SAW menjawab, ‘Haji itu Arafah. Siapa saja yang mendapati malam Arafah sebelum terbit fajar malam Muzdalifah (malam Iduladha), maka sempurnalah hajinya’.”
Tata Cara Wukuf di Arafah
Proses wukuf di Arafah mengikuti aturan tertentu. Berikut langkah-langkah utama yang harus dilakukan:
- Menyelenggarakan salat Zuhur dan Ashar secara jamak takdim.
- Mendengarkan khutbah wukuf yang disampaikan oleh pihak berwenang.
- Melakukan wukuf secara mandiri di Arafah.
Jemaah haji juga dianjurkan membaca doa sebelum memulai wukuf. Contoh doa:
“Allahumma ilaika tawajjahtu wa bika’tashamtu wa’alaika tawakkaltu. Allahummaj alnii mimman tubaahii bihil yauma malaaikataka innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.”
Artinya: “Ya Tuhan, hanya kepada-Mu aku menghadap, hanya ke wajah-Mu aku menatap, jadikanlah dosaku terampuni dan hajiku termabrurkan. Berikanlah rahmat-Mu padaku. Jangan Engkau menyia-nyiakanku. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Doa dan Zikir Saat Wukuf
Berdiam di Arafah bukan berarti tidak beraktivitas. Jemaah dianjurkan mengucapkan doa dan zikir sebagai bagian dari ibadah. Berikut beberapa contoh:
“Tahmid: Alhamdulillaahi rabbil aalamiin. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”
1. Talbiyah (3 kali):
“Labbaykallaahumma labbayk. Labbayka laa syariika laka labbayk. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syarikaa lak.”
Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
2. Doa Takbir dan Tahmid (3 kali):
“Allaahu akbar wa lillaahil hamd.”
Artinya: “Allah maha besar. Segala puji bagi Allah.”
3. Doa Minta Mudahnya Meninggalkan Maksiat:
“Allāhumma rabbanā ātinā fid duniya hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār.”
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”
4. Doa Pengakuan Dosa:
“Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman katsīran kabīran, wa innahū lā yaghfirud dzunūba illā anta, faghfir lī maghfiratan min ‘indik, warhamnī innaka antal ghafūrur rahīm.”
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku menganiaya diriku dengan penganiayaan yang banyak dan besar. Tiada yang mengampuni dosa selain Kau. Oleh karena itu, ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu. Kasihanilah aku, sungguh Kau maha pengampun lagi penyayang.”
5. Doa Istikamah dalam Taubat:
“Allāhummaghfir lī maghfiratan tashluhu bihā sya’nī fid dārayn, warhamnī rahmatan wāsi’atan as’adu bihā f.”
Doa dan zikir ini membantu memperkuat ketaatan dan refleksi spiritual saat berada di Arafah. Jemaah dianjurkan mengulangnya secara konsisten untuk meraih keberkahan dan pemahaman mendalam tentang makna ibadah haji.