AS batasi pertukaran intelijen tentang Korut dengan Korsel
AS batasi pertukaran intelijen tentang Korut dengan Korsel
Seoul – Amerika Serikat mengambil langkah membatasi pertukaran data intelijen tertentu mengenai Korea Utara dengan Korea Selatan, setelah Menteri Unifikasi Korsel Chung Dong-young secara terbuka mengungkapkan adanya situs nuklir ketiga milik Pyongyang, demikian dilaporkan Kantor Berita Yonhap, Selasa.
“Benar bahwa Amerika Serikat telah membatasi pertukaran sebagian informasi intelijen Korea Utara yang dikumpulkan melalui satelit sejak awal bulan ini,” ujar seorang sumber militer senior.
Menurut laporan Yonhap, meskipun ada pembatasan, data penting terkait peluncuran rudal dan kegiatan lain Pyongyang tetap berlanjut tanpa hambatan. Hal ini tidak mengganggu kesiapan militer Seoul. Pembatasan hanya berdampak kecil pada persiapan pertahanan. Pertukaran intelijen antara Korsel dan AS masih berlangsung seperti biasa, tanpa menghambat sistem pengawasan atau kemampuan intelijen kedua pihak.
Langkah AS dilatarbelakangi oleh pernyataan Chung Dong-young di parlemen pada 6 Maret lalu, yang menyebut adanya lokasi fasilitas pengayaan uranium di Kusong, selain situs nuklir yang dikenal di Yongbyon dan Kangson. Amerika Serikat menilai kebocoran informasi tersebut sebagai pengungkapan yang tidak sah dan sensitif. Dalam laporan kantor berita Korsel, disebutkan bahwa AS memperoleh data tentang Korut melalui satelit, intelijen elektronik, serta metode lainnya, lalu membagikannya kepada sekutu.
Dilaporkan Yonhap, pembatasan ini tidak menimbulkan risiko militer signifikan. Pemantauan aktivitas rudal dan pergerakan Korut tetap intensif. Setelah insiden tersebut, Washington mendesak Seoul untuk mencegah kebocoran informasi lebih lanjut. Kementerian Pertahanan Korsel menegaskan bahwa kerja sama intelijen dengan AS serta kesiapan respons tidak mengalami perubahan.
Chung Dong-young menyatakan bahwa informasi yang dibagikan berasal dari sumber terbuka. Ia berharap perselisihan ini dapat segera tuntas melalui komunikasi yang lancar antara Seoul dan Washington.