Special Plan: Askrindo Syariah perkuat kemitraan dengan 19 instansi

Jakarta – PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) memperkuat kemitraan dengan 19 instansi dari unsur pemerintah dan pelaku bisnis melalui kegiatan halalbihalal yang dikemas dalam ajang olahraga padel. Peserta kegiatan berasal dari jajaran manajemen Askrindo Syariah, Askrindo, Indonesia Financial Group (IFG), mitra bisnis, serta perwakilan pemerintah seperti Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian UMKM. Plt Direktur Utama Askrindo Syariah Aviantono Yudihariadi, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berperan sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

Menurut dia, interaksi di luar forum formal penting untuk membangun kedekatan antarmitra. Direktur Keuangan IFG Heru Handayanto menilai kegiatan kebersamaan seperti itu dapat mendorong hubungan kerja yang lebih adaptif di tengah dinamika industri jasa keuangan. Heru berpendapat suasana informal kerap menghadirkan perspektif baru yang berguna untuk memperkuat kolaborasi dan menghadapi tantangan ke depan.

Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kindaris juga mengapresiasi inisiatif Askrindo Syariah dalam menghadirkan ruang interaksi yang dapat mempererat hubungan antarmitra, baik dari sisi bisnis maupun kebersamaan. Bagi Askrindo Syariah, penguatan kemitraan menjadi bagian dari strategi mendukung pengembangan usaha. Perusahaan penjaminan pembiayaan berbasis syariah itu saat ini memiliki 41 jaringan kantor di seluruh Indonesia.

Perseroan juga terus mendorong digitalisasi layanan melalui implementasi host to host, Online System Application (OSA), dan aplikasi mobile MAASya guna meningkatkan inovasi produk dan nilai perusahaan. Askrindo Syariah membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp163,18 miliar, tumbuh 19,29 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar Rp136,80 miliar. Jumlah pendapatan kafalah juga menunjukkan tren positif, meningkat dari Rp436,60 miliar pada 2024 menjadi Rp538,93 miliar pada 2025.

Sementara, penjaminan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersalurkan kepada 29,2 juta debitur, termasuk 4,63 juta debitur baru pada 2025, dengan total nilai kafalah sebesar Rp47,21 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *