Key Discussion: Pertamina masih evaluasi harga Pertamax dan Pertamax Green
Pertamina Terus Mengevaluasi Harga Pertamax dan Pertamax Green
Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa perusahaan masih dalam proses evaluasi mengenai penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green. Corporate Secretary Roberth MV Dumatubun mengatakan bahwa penyesuaian harga tersebut masih dalam proses evaluasi.
“Dalam pernyataannya, Roberth menjelaskan bahwa penyesuaian harga tersebut masih dalam proses evaluasi,”
Pertamina resmi mengumumkan kenaikan harga untuk tiga jenis BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, pada hari Sabtu (18/4/2026). Penyesuaian harga telah sesuai dengan regulasi dan melalui koordinasi, pelaporan, serta diskusi dengan berbagai pihak terkait.
Dengan mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, Pertamina Patra Niaga menerapkan harga baru BBM nonsubsidi untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 18 April 2026. Detail perubahan harga meliputi Pertamax Turbo yang naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 ke Rp23.600 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp14.500 ke Rp23.900 per liter.
Harga BBM Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green tetap dijaga pada Rp12.300 dan Rp12.900 per liter, masing-masing. Pertamina juga masih menjaga harga BBM subsidi Pertalite dan Biosolar pada Rp10.000 serta Rp6.800 per liter, sesuai kebijakan subsidi yang berlaku.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo dianggap sesuai dengan mekanisme pasar, berdasarkan regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM bersubsidi tetap menjadi kewenangan pemerintah, sedangkan BBM untuk industri dan masyarakat berpenghasilan tinggi mengikuti harga pasar.