Pemkab Agam lakukan imunisasi tekan penyebaran campak
Pemkab Agam lakukan imunisasi tekan penyebaran campak
Lubuk Basung, Sumatera Barat — Pemerintah Kabupaten Agam mengadakan program imunisasi tambahan guna memutus penyebaran penyakit campak. Langkah ini dilakukan di wilayah yang terkena wabah atau memiliki tingkat cakupan vaksinasi rendah. Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, mengatakan bahwa strategi tersebut bertujuan mengurangi risiko penularan.
Menurut data yang dihimpun, jumlah kasus campak dari Januari hingga 18 April 2026 mencapai 59, sedangkan pada tahun sebelumnya sebanyak 48 kasus. Hendri menjelaskan bahwa kegiatan imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) telah dijalankan di sejumlah kecamatan seperti Palembayan, Lubuk Basung, Sungai Pua, Ampek Angkek, Ampek Koto, Matur, Tanjung Raya, dan Kamang Magek.
“Daerah ini yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah,” katanya.
Di samping itu, Dinas Kesehatan Agam juga terus memperkuat program vaksinasi rutin untuk bayi usia sembilan bulan di puskesmas dan posyandu. Hendri menambahkan bahwa pihaknya melakukan kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi campak.
Untuk mendeteksi wabah lebih dini, tim kesehatan melakukan pemantauan terhadap gejala penyakit dan mengidentifikasi kelompok rentan. Selain itu, mereka menerapkan strategi survei dan investigasi sumber penularan saat kasus terjadi. “Kita melakukan survei untuk mendeteksi dini kasus campak,” ujarnya.
Dalam penanganan kasus, pihaknya menerapkan isolasi dan perawatan bagi penderita, serta menganjurkan isolasi untuk memutus penyebaran penyakit. Pemulihan dilakukan dengan memberikan vitamin A dan obat demam sebagai dukungan terapi. Hendri juga menekankan bahwa tim gerak cepat dibentuk sebagai respons terhadap wabah.
Sebagai bagian dari upaya penanggulangan, berbagai kegiatan seperti sosialisasi dan kampanye dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami cara penularan dan gejala campak. Ia berharap langkah-langkah ini mampu menekan angka infeksi hingga terus menurun.