Special Plan: Kemenekraf dan mahasiswa kampanyekan fesyen berkelanjutan

Kemenekraf dan Mahasiswa Dorong Fesyen Berkelanjutan

Jakarta, Minggu – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama akademisi dan pelaku industri fesyen menggelar kampanye untuk mendorong perubahan paradigma di sektor pakaian. Melalui program Dressponsible Vol.2, mahasiswa dari London School of Public Relations (LSPR) berperan aktif dalam memperkenalkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif konsumsi pakaian cepat (fast fashion), sekaligus mendorong adopsi gaya berpakaian yang ramah lingkungan.

“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media, dan penyedia ruang publik penting dalam memperkuat pendidikan tentang isu ini. Generasi muda, yang mulai menyadari pentingnya lingkungan, bisa memberikan dampak besar melalui media sosial maupun karya akademik,” kata Romi Astuti, Plt. Direktur Fesyen Kemenekraf.

Menurut Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, kerja sama lintas sektor menjadi faktor kunci dalam percepatan transformasi ekosistem fesyen yang ramah lingkungan. “Kemenekraf terus memperkuat narasi ini dengan berbagai ruang kolaborasi dan meningkatkan literasi masyarakat,” tuturnya.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menegaskan bahwa fesyen merupakan salah satu subsektor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Dalam laporan terbaru, kontribusi sektor ini mencapai 6,6 persen, melebihi pertumbuhan PDRB DKI sebesar 4,40 persen. Endrati Fariani, Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, menambahkan bahwa kegiatan seperti Dressponsible Vol.2 dapat meningkatkan kualitas talenta muda serta memperluas ruang promosi untuk gaya berkelanjutan.

“Kampanye ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan. Maka, kita mendukung inisiatif seperti ini sebagai wadah memacu inovasi dan pemanfaatan media publik dalam mengadvokasi fesyen berkelanjutan,” ujar Endrati.

Sekretaris Program Studi Komunikasi LSPR, Melvin Bonardo Simanjuntak, menjelaskan bahwa kampanye tersebut dirancang untuk menjadi alat edukasi praktis yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Ia menekankan bahwa kesadaran akan tanggung jawab konsumsi pakaian menjadi aspek penting dalam membangun masa depan ekonomi kreatif.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kreativitas, subsektor fesyen berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru yang mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan sosial. Gerakan seperti ini, menurut Kemenekraf, menegaskan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada tren, tetapi juga pada kesadaran dan komitmen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *