Key Strategy: Teknologi Neuronavigasi tingkatkan akurasi pada bedah saraf
Teori Neuronavigasi dan Pengembangan Teknologi Medis di Sumatera Utara
Jakarta – Dalam acara Siloam Fair 2026 yang diadakan di Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Sumatera Utara, perusahaan teknologi kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) memperkenalkan alat Medtronic Neuronavigasi S8. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan presisi dalam prosedur medis yang rumit, termasuk operasi neurologis dan perawatan stroke.
Kemajuan Teknologi dalam Pembedahan Saraf
Dr. Michael Lumintang Loe, ketua tim neurologi di Siloam Hospitals, menuturkan bahwa penggunaan sistem navigasi ini merupakan kemajuan besar dalam bidang kesehatan. Menurutnya, teknologi memungkinkan prosedur bedah saraf berjalan lebih optimal, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, dengan tingkat akurasi mencapai ukuran sub-milimeter secara langsung.
“Teknologi ini memberikan hasil yang lebih baik. Fungsi image fusion dan tractography membantu mengidentifikasi serta mengurangi risiko kerusakan pada struktur saraf kritis,” tambahnya.
Keunggulan lain dari Medtronic Neuronavigasi S8 adalah kemudahan penggunaan dan fleksibilitas dalam penerapan di lingkungan klinis. Sistem ini dapat berintegrasi dengan perangkat medis seperti 3D C-Arm, sehingga memperkuat efektivitas tindakan medis. Selain itu, desain ergonomis dan antarmuka yang ramah pengguna mendukung tim medis dalam menjalankan tugas yang kompleks dengan lebih nyaman dan terfokus.
Komitmen Sinergi Teknologi dan Layanan Kesehatan
Direktur Utama PT IRRA, Heru Firdausi Syarif, menjelaskan bahwa kolaborasi antara penyedia teknologi dan fasilitas kesehatan menjadi inti dalam menjawab tantangan modern bidang medis. “Dengan adanya Medtronic Neuronavigasi S8, kami harap bisa membantu RS Siloam menyediakan layanan bedah yang lebih akurat dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, IRRA juga memperkenalkan teknologi medis lain, seperti Electrosurgical Unit (ESU) Valleylab dan sistem bor Midas Rex. Sistem neuronavigasi S8, yang diperkenalkan secara resmi, disebut sebagai teknologi satu-satunya di Sumatera Utara yang mampu menghadirkan standar presisi tinggi dalam bidang neurosurgery.