Latest Program: BTN dukung program Prabowo lewat pembiayaan hunian layak
BTN Dukung Program Prabowo Melalui Pembiayaan Hunian Layak
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengungkapkan dukungan terhadap inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan 3 juta unit rumah. Tujuan program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjamin akses ke hunian yang layak huni, terjangkau, dan memiliki kualitas baik. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menekankan bahwa program ini tidak hanya fokus pada kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan alat pemberdayaan masyarakat.
Manfaat Luas dari Pembiayaan Rumah Subsidi
Menurut Nixon, program subsidi perumahan memberikan manfaat signifikan, seperti mensejahterakan keluarga serta mendorong pertumbuhan ekonomi. “Program rumah subsidi ini menyediakan banyak manfaat, mensejahterakan keluarga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya di Jakarta, Minggu. Dampaknya tidak terbatas pada penerima manfaat langsung, karena pembangunan perumahan juga memicu kegiatan di berbagai sektor seperti konstruksi, industri bahan bangunan, dan penyerapan tenaga kerja.
Program ini mendorong dinamika ekonomi sekaligus memperkuat daya saing sektor lokal.
Integrasi dengan Kebutuhan Pangan Nasional
Kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan dampak positif dari program tersebut. Contohnya, penyedia bahan bangunan lokal, pekerja konstruksi, serta usaha kecil di sekitar kawasan hunian baru. Pemakaian produk dalam negeri tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor. “Ketahanan pangan nasional bisa berjalan beriringan dengan pembangunan permukiman,” tambah Nixon.
Program Prabowo juga diintegrasikan dengan upaya menjaga ketahanan pangan, agar pembangunan perumahan tidak mengorbankan lahan produktif pertanian. Langkah ini menjaga keseimbangan antara kebutuhan papan dan pangan, serta mendukung upaya swasembada pangan pemerintah.
Peningkatan Kualitas Hidup Melalui KPR Subsidi
Menurut kajian dari Housing Finance Center BTN, penerima KPR subsidi mengalami peningkatan kualitas hidup. “Mereka dapat memiliki rumah layak huni, tidak lagi terbebani biaya sewa, serta memperoleh aset jangka panjang. Kepemilikan rumah juga memberikan rasa aman, puas, dan bangga sebagai pencapaian hidup,” kata Nixon.
Pembangunan perumahan juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. KPR subsidi tercatat mendorong tambahan output ekonomi nasional hingga Rp 3,049 triliun. Bahkan, setiap tambahan investasi Rp 1 triliun di sektor ini mampu menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja. Dengan demikian, program 3 juta rumah menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.