Special Plan: Akses Terbuka, Masyarakat Kini Bisa Cek Langsung Stok Beras Bulog di Gudang

Transparansi Pangan Nasional Melalui Akses Langsung ke Gudang Bulog

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan publik dapat melihat langsung kondisi stok beras yang dipegang oleh lembaga tersebut. Langkah ini bertujuan memperkuat transparansi pengelolaan cadangan beras pemerintah (CBP) serta menjamin ketersediaan pangan nasional tetap terjaga. Akses terbuka ke gudang Bulog menjadi bagian dari upaya menghadirkan informasi yang jelas bagi masyarakat.

Komitmen Keterbukaan Informasi

Rizal menjelaskan bahwa pembukaan akses ke gudang merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mengelola pangan secara profesional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini ditujukan agar masyarakat percaya bahwa distribusi beras ke seluruh wilayah Indonesia dilakukan secara merata dan akuntabel.

“Bulog menyiapkan ruang bagi warga untuk melihat langsung pengelolaan stok beras. Ini menggambarkan keterbukaan dalam memastikan pangan nasional aman dan terjaga,” ujar Rizal dalam keterangan di Jakarta, Minggu (20/4).

Langkah Strategis untuk Stabilisasi Pasokan

Perum Bulog menargetkan penyerapan beras sebanyak 4 juta ton setara pada tahun ini, meningkat dari 3 juta ton di tahun sebelumnya. Penyerapan dilakukan langsung oleh tim di berbagai daerah, termasuk sawah, titik panen, hingga unit penggilingan padi. Kenaikan target ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan beras nasional.

Kesiapan Gudang dan Penggunaan Filial

Kapasitas penyimpanan CBP saat ini telah dimaksimalkan melalui 1.540 unit gudang milik Perum Bulog, dengan total kapasitas 3.061.484 ton. Untuk mengantisipasi lonjakan stok, lembaga tersebut juga memanfaatkan 1.254 unit gudang filial yang memiliki kapasitas 2.686.215 ton. Hal ini memastikan distribusi beras dapat berjalan optimal di seluruh Indonesia.

Inspeksi Presiden Menegaskan Fokus Pangan

Presiden Prabowo Subianto melakukan sidak ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (18/4). Pemimpin Kabinet, Teddy Indra Jaya, menyampaikan bahwa inspeksi ini bertujuan memastikan cadangan pangan, terutama beras, dalam kondisi siap didistribusikan.

“Presiden ingin melihat secara langsung keandalan cadangan pangan kita. Ini menunjukkan prioritas pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan,” kata Seskab Teddy dalam pernyataannya.

Di kompleks tersebut, terdapat dua bangunan gudang dengan total kapasitas 7.000 ton yang saat ini penuh terisi. Kesiapan ini menjadi indikator keberhasilan Bulog dalam mengatur stok beras nasional. Posisi stok yang mencapai 4.881.105 ton setara beras per 18 April 2026 menegaskan ketersediaan pangan yang memadai untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *