Topics Covered: Pete-pete Laut Makassar Beroperasi Juni 2026, Perkuat Konektivitas Antarpulau
Pete-pete Laut Makassar Beroperasi Juni 2026, Perkuat Konektivitas Antarpulau
Pemkot Makassar berencana menghadirkan layanan Pete-pete Laut pada bulan Juni tahun 2026. Inisiatif ini dirancang sebagai solusi inovatif untuk memperkuat koneksi antar wilayah kepulauan dan meningkatkan kecepatan aktivitas masyarakat. Sistem transportasi laut baru ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memberikan akses yang lebih efisien bagi warga yang tinggal di pulau-pulau terpencil.
Munafri, Wali Kota Makassar, telah berdiskusi dengan Suharto, Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan RI, tentang pentingnya sistem transportasi laut terintegrasi. Diskusi tersebut menekankan peran layanan ini dalam mendukung mobilitas warga kepulauan dan memastikan kesejahteraan secara merata. Rencana pengoperasian Pete-pete Laut dijadwalkan pada pertengahan 2026, tepatnya sekitar bulan Juni.
Konektivitas Wilayah Kepulauan
Layanan Pete-pete Laut akan menghubungkan beberapa pulau strategis, termasuk Barrang Lompo, Barrang Caddi, dan Lanjukang. Kapal ini dirancang untuk mengangkut puluhan penumpang dalam satu perjalanan, memenuhi kebutuhan mobilitas harian. Adanya rute ini diharapkan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kepulauan.
Komitmen pemerintah daerah juga terlihat dari rencana pembangunan dermaga baru serta fasilitas rumah singgah di Kota Makassar. Kedua infrastruktur ini akan memudahkan warga pulau dalam mengakses layanan administrasi, seperti pengurusan KTP, KK, atau akta kelahiran, tanpa harus pergi jauh ke kantor kecamatan.
“Program ini sangat membantu warga pulau, termasuk kemudahan layanan administrasi kependudukan. Sekarang, mereka bisa mengurus keperluan langsung di kelurahan masing-masing,” kata Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdhar.
Proyek Strategis di Kalimantan Selatan
Di sisi lain, Pemprov Kalsel sedang mendorong Proyek Strategis Kalsel, seperti pembangunan jembatan Pulau Laut dan stadion internasional, yang ditargetkan selesai pada 2028. Inisiatif ini menunjukkan upaya pemerintah provinsi dalam memperluas aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat.