Topics Covered: Kisah Azizah, Anak TK di Jogja Rawat Ayah Sakit hingga Ikut Mulung
Kisah Azizah, Anak TK di Jogja Rawat Ayah Sakit hingga Ikut Mulung
Azizah dan Ayahnya Berjuang Bersama
Seorang anak usia 6 tahun, Azizah Chandrasari, tengah menjadi perhatian publik di Yogyakarta setelah menunjukkan perannya merawat ayahnya, Hermanto (56), yang sedang sakit. Meski kondisi orang tuanya memburuk, Azizah tetap membantu mengurus rumah sambil ikut serta memulung untuk mencari botol plastik.
“Ini kan sakit ini. Kalau kena panas sudah terasa panas, cari rosok setiap hari. Kalau sudah kepanasan, ngentak, ngenyut. Kalau kedinginan juga ngentak, ngenyut gitu,” ujar Hermanto saat diwawancara di tempat tinggalnya, Minggu (19/4/2026).
Pengasuhan Keluarga dalam Kondisi Sulit
Azizah tinggal bersama ayah dan saudara laki-lakinya, Agip Pranata (5), di kamar kos berukuran 3×3 meter di Mrican, Giwangan, Umbulharjo. Lokasi rumah mereka berada sekitar 2 meter dari tepi kali Gajah Wong. Hermanto menjelaskan, istrinya telah pergi tanpa kabar sejak Agip lahir, dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hermanto berkeliling kota menggunakan sepeda untuk mengumpulkan botol plastik serta kardus. Anak-anaknya, termasuk Azizah, selalu menemani perjalanan tersebut. Meski kondisi keluarga serba kekurangan, Azizah tak pernah mengeluh dan terus berusaha membantu.
Viral dan Perpindahan ke Yayasan
Berkat perjuangan Azizah dan ayahnya, kisah ini menarik perhatian media. Setelah menjadi trending, mereka akhirnya dipindahkan ke Yayasan Bumi Damai di Kotagede, Kota Jogja. Kamar kos mereka tampak sepi, dengan pintu tertutup rapat dan sepeda yang biasa digunakan Hermanto tak terlihat.
“Dari pagi itu mereka sudah keluar bersama bapaknya, tapi informasi terkini ada di Yayasan Bumi Damai,” kata Ketua RT 24 Yuli Riswanto, Sabtu (18/4/2026).
Banyak pihak telah berkunjung ke rumah Azizah untuk menengok Hermanto. Yuli menuturkan, berbagai lembaga seperti Dinsos, Dinas Pendidikan, serta Perlindungan Anak sudah datang, tetapi hanya bertemu dengannya. Yayasan Bumi Damai, yang dikelola oleh Ipda Ali Nur Suwandi atau akrab disapa Bon Ali, Kanit Provos Polsek Kotagede, menjadi tempat penampungan untuk keluarga tersebut.
Pelajaran dari Kisah Sederhana
Kisah Azizah menggambarkan semangat keberanian seorang anak yang masih belajar membaca dan menulis, namun telah mengambil peran penting dalam keluarga. Dengan dukungan masyarakat dan lembaga, harapan untuk masa depan mereka pun mulai terlihat.