Key Strategy: Bulog Sumut Salurkan 7.192 Ton Beras SPHP, Jaga Stabilitas Harga Pangan di Medan
Bulog Sumut Salurkan 7.192 Ton Beras SPHP untuk Stabilkan Harga Pangan di Medan
Sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat, Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah menyalurkan 7.192 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama bulan April 2026. Penyaluran ini dilakukan melalui berbagai mitra strategis guna menjamin ketersediaan beras dan harga yang terjangkau di wilayah Medan. Langkah ini bertujuan mencegah kenaikan harga gabah yang bisa memengaruhi permintaan pasar.
Strategi untuk Kendalikan Inflasi Pangan
Komitmen Bulog Sumut dalam mengendalikan inflasi sektor pangan terus ditingkatkan. Dengan menggerakkan jaringan distribusi yang luas, program ini bertujuan menjadi penyeimbang harga, terutama menjelang momen penting yang sering memicu permintaan tinggi. Fokus utama adalah memastikan pasokan beras tetap merata dan terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat.
Distribusi beras SPHP ini bukan hanya penyaluran, tetapi strategi komprehensif untuk mengendalikan gejolak harga. Kami melakukan intervensi langsung di pasar, sehingga dampak kenaikan harga gabah di tingkat petani bisa diminimalkan,” jelas Budi Cahyanto, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut.
Sejauh ini, realisasi penyaluran SPHP mencapai 14 persen dari total alokasi 49.403 ton yang ditetapkan hingga Desember 2026. Rata-rata penyaluran harian berada di rentang 600 hingga 700 ton, memastikan pasokan yang stabil dan berkelanjutan. Dengan volume distribusi yang konsisten, Bulog Sumut berharap mengurangi fluktuasi harga di tengah dinamika pasar.
Harga gabah kering panen (GKP) yang terus naik menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga beras eceran. Dalam upaya mengatasi ini, Bulog Sumut menerima tambahan 27.000 ton beras dari Jakarta untuk memperkuat pasokan menjelang Lebaran 2026. Selain itu, program seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan TNI/Polri dan instansi swasta menjadi kolaborasi utama dalam distribusi, menyumbang 33,43 persen dari total penyaluran April 2026.
Perum Bulog juga menjalin kerja sama erat dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Penyaluran beras SPHP tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.100 per kilogram, sehingga ketersediaan beras berkualitas tetap terjangkau. Sejak Januari hingga Maret 2026, Bulog Sumut telah menyalurkan 17.600 ton SPHP, menjaga ketersediaan pangan di pasaran.
Bulog Sumut terus berupaya memitigasi dampak kenaikan harga gabah, dengan memastikan harga beras tetap stabil melalui intervensi sistemik. Program ini juga menjadi bagian dari langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan, seperti yang dilakukan Perum Bulog Sumsel Babel yang telah menyerap 95.147 ton GKP hingga Maret 2026.