Special Plan: Perpustakaan Apung Polairud Tingkatkan Literasi Anak Pesisir Tanah Laut
Perpustakaan Apung Polairud Tingkatkan Literasi Anak Pesisir Tanah Laut
Sebuah inovasi pendidikan baru dihadirkan oleh Sat Polairud Polres Tanah Laut, Kalimantan Selatan, berupa perpustakaan apung yang bertujuan memperluas akses literasi di wilayah pesisir. Program ini fokus pada anak-anak Desa Muara Asam-asam, Kecamatan Jorong, yang sering mengalami keterbatasan fasilitas belajar. Melalui kapal polisi XIII-1001-38, Sat Polairud menjadikan perahu sebagai ruang edukasi alternatif, menunjukkan upaya mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Kasi Humas Polres Tanah Laut, AKP Hari Setiawan, menjelaskan bahwa program ini bagian dari strategi Polri dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. “Kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, bukan hanya menjaga keamanan tetapi juga meningkatkan literasi anak-anak pesisir,” tegasnya. Penyediaan buku bacaan beragam, mulai dari cerita anak-anak hingga materi umum, dirancang untuk membangun kebiasaan membaca sejak usia dini.
“Kami sangat terbantu, anak-anak jadi lebih semangat membaca dan belajar,” kata salah satu warga Desa Muara Asam-asam. Mereka menyambut positif adanya akses alternatif pendidikan yang mengurangi kesenjangan pembelajaran. Dari 10 anak yang telah menggunakan fasilitas ini, tumbuh minat yang signifikan terhadap buku-buku yang disediakan.
Personel Sat Polairud, seperti Aiptu Suwandi, Bripka M Yadri Noor, dan Brigadir Farhan N, aktif mengelola perpustakaan apung. Selain menjaga keamanan, mereka berperan dalam memberikan edukasi. Program ini menegaskan bahwa fungsi Polri tidak hanya terbatas pada tugas keamanan, tetapi juga melibatkan kontribusi sosial.
Keberhasilan inisiatif ini menjadi contoh bagaimana inovasi bisa menembus batasan geografis. BRI, misalnya, juga memiliki program Perahu Literasi di Tolitoli, yang memperkuat dukungan pendidikan di daerah terpencil. Sementara itu, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) di Bali bekerja sama dengan Polairud Polresta Denpasar untuk memastikan keamanan pariwisata, menunjukkan kolaborasi yang terus berkembang.
Diharapkan jumlah anak yang terlibat dalam program ini akan terus bertambah. Keberlanjutan kegiatan dinilai penting untuk menjaga kualitas literasi dan akses pendidikan secara merata. Dengan menghadirkan perpustakaan apung, Polri memperluas wawasan dan membuka cakrawala berpikir generasi muda pesisir.