Key Discussion: Pencipta Lagu Mungkinkah Ndhank Surahman Hartono Meninggal Dunia
Pencipta Lagu Mungkinkah Ndhank Surahman Hartono Meninggal Dunia
Pada hari Sabtu, 18 April 2026, kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Ndhank Surahman Hartono, atau dikenal sebagai Ndhank Stinky, dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Manado, Sulawesi Utara. Ia mengalami kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan tiada.
Informasi tentang kesehatannya terlebih dahulu menyebar melalui pesan berantai yang meminta dukungan doa dari kolega. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh saudara kembarnya, Edo Surahim. Menurut Edo, Ndhank sempat dirawat selama beberapa hari sebelum meninggal.
“Dia dirawat selama tiga hari, dimulai dari serangan stroke ringan hingga akhirnya pembuluh darah di otaknya pecah,” jelas Edo pada hari Minggu, 19 April.
Dalam kondisi terakhirnya, Ndhank masih antusias mempersiapkan proyek musik baru. Ia sempat membicarakan rencana pembentukan band bernama Note n Sound, yang melibatkan mantan vokalis Zigas, Zoker, serta gitaris Orange, Ryan.
“Sempat bahas project band baru dia Note n Sound dengan eks vokalis Zigas (Zoker) dan gitaris Orange Ryan,” tambah Edo.
Edo menuturkan bahwa Ndhank optimis proyek tersebut bisa terwujud. “Itu aja sih tadinya dia berharap jalan dengan band barunya, sudah recording, tapi tunggu konfirmasi dari salah satu label besar, masih belum ada kabar juga. (Udah rilis single) belum,” lanjutnya.
Peran dalam Dunia Musik dan Hak Intelektual
Selama kariernya, Ndhank dikenal sebagai gitaris dan komposer berbakat di grup Stinky, yang menciptakan lagu-lagu ikonik seperti Mungkinkah dan Jangan Tutup Dirimu. Karya-karyanya menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah musik Indonesia.
Di sisi lain, Ndhank juga dianggap sebagai pelopor perjuangan hak cipta di tanah air. Ia aktif mengadvokasi perlindungan royalti, termasuk melalui somasi untuk lagu Mungkinkah. Upayanya ini mendapat pengakuan luas dari berbagai pihak.
Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) menyampaikan dukacita atas kepergian Ndhank Surahman Hartono. “Kami segenap keluarga besar AKSI mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Ndhank Surahman Hartono,” tulis pernyataan resmi organisasi tersebut.
Kelompok ini menyoroti peran penting Ndhank dalam industri musik serta dedikasinya memperjuangkan karya-karya musisi. “Beliau juga merupakan bagian dari keluarga besar AKSI yang turut menjadi ruang perjuangan dan pengabdian dalam industri musik,” tambah pernyataan.
AKSI juga berharap Ndhank diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarganya diberi kekuatan menghadapi kehilangan. “Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutur mereka.