Main Agenda: Kemarin, gempa 5,9M Nias Utara hingga laptop Sekolah Rakyat Blora
Jakarta – Sejumlah berita menarik dari Minggu (20/4) dapat dibaca kembali, mulai dari gempa berkekuatan 5,9 magnitudo guncang Nias Utara hingga siswa Sekolah Rakyat Blora dibekali laptop untuk pembelajaran digital. Selengkapanya dapat dibaca di sini. 1.) Gempa berkekuatan 5,9 magnitudo guncang Nias Utara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang Kabupaten Nias Utara pada Minggu dini hari pukul 03:06 WIB.
Berdasarkan laman resminya yang dipantau di Jakarta, BMKG menjelaskan pusat gempa berada di laut 48 km barat daya Nias Utara. 2.) Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 4 km Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi disertai awan panas guguran (APG) sejauh 4 kilometer pada Minggu pagi. "Gunung Semeru erupsi pada pukul 07.06 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau ketinggian 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
3.) Siswa Sekolah Rakyat Blora dibekali laptop untuk pembelajaran digital Sekolah Rakyat Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini bertransformasi menjadi sekolah berbasis digital karena seluruh siswa mendapatkan fasilitas laptop guna menunjang proses pembelajaran yang lebih modern dan interaktif. "Bantuan laptop tersebut berasal dari Biro Umum Kementerian Sosial (Kemensos). Kehadiran perangkat ini dinilai mampu mendorong perubahan signifikan dalam metode belajar mengajar di kelas," kata Kepala Sekolah Rakyat Blora Tri Yuli Setyoningrum di Blora, Minggu.
4.) Praktisi: AI bawa tantangan dan peluang dunia pengalihbahasaa Wakil Ketua Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Eki Qushay Akhwan menilai kecerdasan buatan (AI) membawa tantangan sekaligus peluang dalam dunia penerjemahan atau pengalihbahasaan. "Kehadiran AI membawa tantangan sekaligus peluang yang sangat besar dalam pendidikan penerjemah. Tantangan utamanya adalah perubahan kompetensi yang dibutuhkan pasar," kata Eki.
5.) Praktisi: AI perlu lebih ditekankan dalam pelatihan penjurubahasaan Ketua Divisi Internal Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Ni Ketut Ayu Puspita Dewi menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pelatihan penjurubahasaan (penerjemahan lisan) perlu ditekankan untuk mendukung pengembangan pelaku penjurubahasaan ke depan. Ayu yang juga merupakan pendiri Bali Interpreting Academy mengatakan dari segi industri, penggunaan AI dapat diterapkan dalam program-program pelatihan interpreter.