Latest Program: Minim bibit baru bayangi dominasi Lampung di Kejurnas Angkat Besi 2026
Minim Bibit Baru Bayangi Dominasi Lampung di Kejurnas Angkat Besi 2026
Jakarta – Lampung tetap menjadi pemenang utama dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Senior 2026, meski kinerja kontingen tersebut sempat direspons kritik dari Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI). Jumlah atlet baru yang muncul dalam ajang ini dinilai belum memenuhi ekspektasi sebagai pengganti generasi muda yang siap mengisi skuad tim nasional di masa depan.
Kritik tentang Regenerasi Atlet
“Saya tidak melihat adanya bibit baru di sini. Padahal ini Kejurnas, harusnya jadi ajang seleksi utama untuk kebutuhan Pelatnas,” ujar Djoko Pramono, Sekretaris Jenderal PB PABSI, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Djoko menyoroti bahwa sebagian besar provinsi belum mengirimkan atlet terbaiknya, sehingga persaingan di Kejurnas tak sepenuhnya mencerminkan potensi terkuat masing-masing daerah. Ia juga menyebutkan, prioritas persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2026 justru mengurangi peran strategis Kejurnas dalam menemukan talenta baru. “Yang dikirim harus atlet terbaik. Jangan kirim yang belum siap atau baru latihan sebentar. Bahkan ada yang tidak sesuai aturan usia dan Minimal Angkatan Pertama,” tambahnya.
Kinerja NTB dan Tantangan di Depan
Kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) menorehkan pencapaian positif meski hanya menurunkan delapan atlet. Mereka berhasil meraih tiga medali emas, dua perak, serta dua perunggu, yang menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi ajang besar berikutnya. Karina de Vega, Ketua Pengprov PABSI NTB, mengapresiasi hasil ini karena persiapan tim relatif singkat. “Anak-anak baru beberapa bulan fokus latihan, tapi hasilnya sudah terlihat. Ini jadi bekal untuk target yang lebih besar ke depan,” katanya.
“Kejurnas ini jadi tolok ukur. Target saya jelas, di PON nanti harus bisa meraih emas,” ujar Bambang Wijaya, salah satu lifter NTB, yang menyumbang medali emas pada nomor snatch kelas 85 kilogram.
Dalam Kejurnas Angkat Besi Senior 2026, persaingan di papan atas tetap ketat. Lampung mempertahankan dominasinya dengan enam medali emas dan tiga perak, diikuti Jambi yang meraih enam emas, satu perak, serta lima perunggu. Tuan rumah Jawa Barat menempati posisi ketiga dengan lima emas, sepuluh perak, dan tujuh perunggu, sedangkan Jawa Timur dan Aceh masuk lima besar.
Kejurnas kali ini menyajikan 12 kelas, masing-masing mengadakan pertandingan snatch, clean and jerk, serta total angkatan. Meski beberapa atlet seperti Bambang Wijaya harus puas dengan medali perunggu di beberapa kategori, kejuaraan tetap menjadi sarana untuk mengukur kesiapan menghadapi kompetisi internasional, terutama Asian Games 2026.